Internationalmedia.co.id – Setelah mendekam di penjara selama hampir lima tahun, model asal Yaman, Entisar al-Hammadi (23), akhirnya dibebaskan oleh pemberontak Houthi. Pembebasan ini menjadi secercah harapan di tengah konflik yang melanda Yaman.
Hammadi ditangkap pada tahun 2021 saat tengah menjalani sesi pemotretan di Sanaa. Ia kemudian dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan yang kontroversial, termasuk prostitusi, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan tidak senonoh. Tuduhan ini dikecam oleh pengacara Hammadi dan berbagai organisasi hak asasi manusia sebagai upaya untuk menargetkan kebebasan perempuan.

"Entisar al-Hammadi dibebaskan tadi malam dan sekarang sudah berada di rumahnya," ungkap Khaled al-Kamal, pengacara Hammadi. Ia menambahkan bahwa kondisi kesehatan kliennya memburuk akibat perlakuan tidak adil yang dialaminya selama di penjara. Bahkan, Hammadi sempat mencoba melakukan percobaan bunuh diri pada tahun 2021 sebagai bentuk protes atas penahanannya.
Hammadi, yang memiliki darah campuran Yaman dan Etiopia, dikenal sebagai model yang aktif di media sosial. Ia kerap mengunggah foto-foto dirinya mengenakan berbagai busana, dari pakaian tradisional hingga gaya modern, dan memiliki ribuan pengikut di Instagram dan Facebook. Sebelum penangkapannya, Hammadi telah berkecimpung di dunia modeling selama empat tahun dan bahkan sempat membintangi dua serial TV Yaman.
Kasus Hammadi menjadi sorotan berbagai organisasi internasional. Human Rights Watch dan Amnesty International mengecam penangkapan dan penahanan Hammadi, serta menuding Houthi melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadapnya selama interogasi. Amnesty International bahkan menyebut bahwa Hammadi dipaksa untuk mengakui tuduhan yang tidak berdasar, termasuk kepemilikan narkoba dan prostitusi.
Kekerasan terhadap perempuan di Yaman, terutama di wilayah yang dikuasai Houthi, meningkat drastis sejak perang saudara pecah pada tahun 2014. Konflik ini telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di Yaman dan dampaknya terhadap hak-hak perempuan.
