Internationalmedia.co.id – Otoritas Inggris dibuat malu setelah melakukan kesalahan fatal yang berujung pada pembebasan seorang terpidana kasus pelecehan seksual. Hadush Kebatu (38), warga negara Ethiopia yang seharusnya menjalani hukuman atas kejahatannya, justru ‘tidak sengaja’ dilepaskan dari penjara.
Dilansir dari AFP, Kebatu berhasil ditangkap kembali oleh Kepolisian Metropolitan London di wilayah utara ibu kota pada Minggu pagi, setelah hampir 48 jam menghirup udara bebas. Sebelumnya, ia dibebaskan dari sebuah lokasi yang berjarak sekitar 48 kilometer dari tempat penangkapannya.

Kebatu baru menjalani satu bulan dari hukuman satu tahun penjara atas kasus pelecehan seksual terhadap dua orang wanita. Ia juga dijadwalkan untuk dideportasi. Kesalahan fatal yang dilakukan oleh Dinas Penjara ini sontak memicu kemarahan publik.
Kasus Kebatu memang telah menjadi sorotan sejak awal tahun ini, terutama di wilayah Epping, timur laut London. Bahkan, kasus ini memicu demonstrasi di berbagai kota di Inggris, tempat para pencari suaka diyakini ditempatkan.
Komandan James Conway, yang memimpin perburuan Kebatu, mengungkapkan bahwa informasi dari masyarakat mengarahkan petugas ke kawasan Finsbury Park di London, tempat Kebatu akhirnya ditemukan.
"Ia telah ditahan oleh polisi dan akan dikembalikan ke tahanan Dinas Penjara," tegas Conway.
Kebatu kini diperkirakan akan segera dideportasi. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan keterkejutannya atas kesalahan ‘yang sama sekali tidak dapat diterima’ ini.
Menurut laporan surat kabar Telegraph, Kebatu secara keliru dikategorikan untuk dibebaskan berdasarkan izin dan bahkan menerima dana pembebasan sebesar GBP 76 atau sekitar Rp 1,6 juta.
Sebelumnya, polisi telah meminta Kebatu untuk menyerahkan diri pada Sabtu (25/10), setelah muncul laporan bahwa ia tampak bingung dan enggan meninggalkan penjara di Chelmsford, Inggris timur.
Seorang sopir pengiriman barang mengaku melihat Kebatu beberapa kali dalam keadaan ‘sangat bingung’. Ia bahkan mendengar Kebatu bertanya, "Saya mau ke mana? Apa yang saya lakukan?". "Dia mulai kesal, dia mulai stres," ujar sopir tersebut.
Ayah dari salah satu korban Kebatu mengungkapkan kekecewaannya dengan mengatakan bahwa ‘sistem peradilan telah mengecewakan kita’. Kebatu ditangkap pada Juli lalu setelah berulang kali mencoba mencium seorang gadis berusia 14 tahun, menyentuh kakinya, dan melontarkan komentar-komentar vulgar. Ia juga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang wanita dewasa dengan meletakkan tangannya di paha wanita tersebut. Saat itu, Kebatu menginap di Hotel Bell Epping, tempat puluhan pencari suaka lainnya ditampung, dan menjadi sasaran protes berulang kali.
