Internationalmedia.co.id – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Malaysia untuk menghadiri KTT ke-47 ASEAN diwarnai berbagai momen menarik. Mulai dari joget spontan bersama penari tradisional hingga candaan ‘penjara’ yang dilontarkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, kunjungan ini sukses mencuri perhatian.
Trump tiba di Kuala Lumpur International Airport dan disambut langsung oleh Anwar Ibrahim. Upacara penyambutan meriah dengan tarian dan musik khas Malaysia. Tak disangka, Trump ikut berjoget bersama para penari, disambut tepuk tangan meriah. Momen ini menjadi viral dan perbincangan hangat di media sosial.

Namun, kejutan tak berhenti di situ. Dalam pidatonya usai penandatanganan perjanjian damai Thailand-Kamboja, Anwar Ibrahim melontarkan candaan yang membuat Trump tertawa. Anwar menyebut dirinya pernah dipenjara, sementara Trump hampir saja merasakan dinginnya jeruji besi.
"Dunia membutuhkan pemimpin yang berani mengedepankan perdamaian secara kuat dan untuk mencapai itu, anda harus mengabaikan sejumlah aturan. Seperti yang anda lakukan hari ini, ketika Presiden tiba, dia mengajak saya naik ke mobilnya. Saya bilang ‘itu melanggar aturan keamanan dan protokoler’. Dan dia dengan senang hati melanggar aturan itu," ujar Anwar sambil tertawa.
Candaan ini merujuk pada kasus hukum yang pernah menjerat Trump terkait pembayaran uang tutup mulut. Meski demikian, Trump menanggapi candaan tersebut dengan santai dan ikut tertawa.
Selain Malaysia, Trump juga dijadwalkan mengunjungi Jepang dan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan untuk membahas isu perdagangan. Bahkan, muncul spekulasi Trump mungkin bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
