Louvre Kecolongan! Perampok Satset Sikat Harta Karun Napoleon
Berikut fakta-fakta mengejutkan dari aksi perampokan yang menggemparkan dunia:

-
Kilat! Empat Menit Menguras Harta Karun
Aksi perampokan ini tergolong sangat cepat. Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, mengungkapkan bahwa seluruh operasi hanya berlangsung sekitar empat menit. "Kami datang segera setelah menerima informasi perampokan ini. Sejujurnya, operasi ini berlangsung hampir empat menit—sangat cepat. Harus kami akui bahwa mereka profesional," ujarnya. Komplotan yang terdiri dari empat orang ini berhasil membawa kabur delapan barang antik bernilai sejarah tinggi.
-
Incaran Para Bandit: Perhiasan Era Napoleon
Para perampok menyusup ke Galeri Apollo melalui jendela dan menggunakan lift barang untuk masuk. Mereka mengincar perhiasan mewah peninggalan era Napoleon, termasuk milik Permaisuri Marie-Louise dan Permaisuri Eugenie. Barang-barang yang dicuri antara lain tiara, kalung safir, anting zamrud, bros, dan mahkota. Namun, mahkota Permaisuri Eugenie yang bertabur 1.354 berlian dan 56 zamrud ditemukan di luar museum, diduga terjatuh saat pelaku melarikan diri.
-
60 Detektif Buru Komplotan Bertopeng
Otoritas Prancis mengerahkan 60 penyidik untuk memburu empat pelaku yang diduga menggunakan topeng saat beraksi. Mereka melarikan diri menggunakan skuter setelah mengancam penjaga museum dengan gerinda sudut untuk memotong bilik pajangan kaca. Jaksa Agung Paris, Laure Beccau, menduga para pelaku bekerja atas perintah organisasi kriminal.
-
Pengakuan Pahit: Keamanan Louvre Jebol
Menteri Kehakiman Prancis, Gerald Darmanin, mengakui adanya kelemahan keamanan di Museum Louvre yang memungkinkan perampokan terjadi. "Yang pasti, kita telah gagal," katanya. Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem keamanan museum yang seharusnya menjadi benteng pelindung bagi karya seni tak ternilai harganya.
Akibat insiden ini, Museum Louvre ditutup untuk umum pada hari Senin. Pihak manajemen berjanji akan memberikan pengembalian dana kepada pengunjung yang telah membeli tiket. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak berwenang Prancis.
