Internationalmedia.co.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, melontarkan pernyataan mengejutkan yang menyeret nama Donald Trump dalam pusaran konflik Ukraina. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan NBC, Zelensky menyebut Vladimir Putin lebih kuat dari kelompok Hamas, dan mendesak Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap pemimpin Rusia tersebut.
Pernyataan ini dilontarkan Zelensky setelah kunjungannya ke Washington tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Ia gagal mendapatkan pasokan rudal jarak jauh Tomahawk yang sangat dibutuhkan Ukraina. "Ya, dan bahkan lebih keras lagi karena Putin memang mirip, tetapi lebih kuat daripada Hamas," ujar Zelensky dalam acara "Meet the Press" di NBC, Minggu (19/10) waktu setempat. "Dan itulah mengapa ada lebih banyak tekanan."

Zelensky juga menekankan pentingnya keterlibatan Ukraina dalam setiap perundingan damai antara Trump dan Putin, yang rencananya akan digelar di Budapest. "Jika kita benar-benar menginginkan perdamaian yang adil dan abadi, kita membutuhkan kedua belah pihak dalam tragedi ini," tegasnya. "Ya, dia memang penjajah, tetapi Ukraina sedang menderita dan berjuang. Dan, tentu saja, bagaimana mungkin [ada] kesepakatan tanpa melibatkan kami?"
Situasi di Ukraina semakin memburuk dengan meningkatnya serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil. Ribuan warga sipil kini terancam kehilangan akses pemanas dan penerangan menjelang musim dingin yang membekukan. Desakan Zelensky ini mencerminkan urgensi situasi dan harapan Ukraina terhadap dukungan internasional yang lebih kuat.
