Internationalmedia.co.id – Gelombang demonstrasi besar bertajuk ‘No Kings’ atau ‘Bukan Raja’ mengguncang Amerika Serikat, memprotes kebijakan Presiden Donald Trump. Respon tak terduga datang dari Trump yang memicu kontroversi, yaitu unggahan video dirinya dengan mahkota raja hasil rekayasa AI.
Aksi unjuk rasa yang melibatkan jutaan warga di seluruh 50 negara bagian AS ini menyoroti berbagai isu, termasuk tudingan ancaman terhadap demokrasi. Menanggapi hal ini, Trump membagikan video kontroversial di platform Truth Social miliknya. Video tersebut menampilkan dirinya sebagai "King Trump" yang gagah mengendarai jet tempur.

Video yang ternyata bukan karyanya sendiri, melainkan milik akun @Xerias_X di platform X, dengan cepat menuai reaksi beragam. Dalam video berdurasi 19 detik itu, Trump terlihat mengenakan mahkota sambil menerbangkan jet tempur dan seolah melemparkan sesuatu ke arah demonstran.
Aksi Trump ini terjadi setelah demonstrasi besar-besaran yang diperkirakan dihadiri oleh tujuh juta orang di berbagai kota, dari New York hingga Los Angeles. Para demonstran menyuarakan kekhawatiran mereka tentang arah demokrasi AS, kebijakan imigrasi, dan pemotongan program federal.
"Beginilah demokrasi!" teriak ribuan orang di Washington, dekat Gedung Capitol AS, tempat pemerintah federal ditutup selama minggu ketiga di tengah kebuntuan legislatif, dilansir AFP Minggu (19/10/2025).
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Lindungi Demokrasi" dan menuntut penghapusan badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Beberapa demonstran bahkan mengibarkan bendera One Piece, sebuah simbol perlawanan yang dikenal secara global.
Ketua DPR Mike Johnson mengecam demonstrasi tersebut sebagai aksi "Benci Amerika," sementara para demonstran menanggapi dengan sinisme.
Tuntutan utama dari demonstrasi ‘No Kings’ meliputi perlindungan demokrasi, reformasi kebijakan imigrasi, dan penolakan terhadap pemotongan program federal, terutama layanan kesehatan. Aksi ini menunjukkan polarisasi yang mendalam di masyarakat Amerika Serikat dan kekhawatiran tentang masa depan negara.
