Internationalmedia.co.id – Serangan udara Israel kembali menghantam Gaza, merenggut nyawa puluhan warga sipil di tengah gencatan senjata yang baru berjalan sembilan hari. Badan Pertahanan Sipil melaporkan, sedikitnya 45 orang tewas dalam serangkaian serangan yang menyasar berbagai wilayah di Jalur Gaza pada Minggu (19/10) waktu setempat.
Juru Bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengungkapkan bahwa serangan Israel menargetkan "sekelompok warga sipil" di kota Zuwaida, Gaza tengah, menewaskan enam orang. Tragisnya, enam orang lainnya, termasuk anak-anak, juga menjadi korban dalam dua serangan terpisah di dekat Nuseirat.

Rumah sakit di Gaza kewalahan menerima korban tewas dan luka-luka. Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat melaporkan 24 kematian dan 73 luka-luka akibat serangan di Gaza tengah. Sementara itu, Rumah Sakit Al-Aqsa menerima 12 jenazah akibat pemboman di dekatnya, dan Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis melaporkan lima kematian. Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengonfirmasi empat korban tewas.
Menurut Bassal, seorang perempuan dan dua anak tewas ketika pesawat tak berawak menghantam tenda pengungsi di dekat Kota Asdaa, utara Khan Yunis. Seorang jurnalis dan satu orang lainnya juga tewas dalam serangan di bagian barat kota Zuwaida.
Militer Israel mengklaim sedang memeriksa laporan korban, dan menyatakan telah melanjutkan penegakan gencatan senjata di Gaza pada Minggu sore. Israel dan Hamas saling tuduh melanggar gencatan senjata, memicu kembali ketegangan di wilayah tersebut.
