Rumah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikepung ratusan demonstran di Yerusalem. Informasi ini didapat Internationalmedia.co.id dari berbagai sumber berita internasional. Para demonstran geram atas sikap Netanyahu yang dinilai menolak gencatan senjata dan justru meningkatkan serangan di Gaza.
Aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa malam terakhir ini melibatkan keluarga warga Israel yang ditawan Hamas. Mereka khawatir keselamatan orang-orang terkasihnya terancam akibat eskalasi konflik yang semakin memburuk. Kegeraman mereka dipicu oleh serangan darat intensif Israel di Kota Gaza, menyusul pengeboman besar-besaran yang bertujuan menghancurkan Hamas.

Serangan darat yang dimulai Selasa (16/9) telah membawa pasukan Israel lebih dalam ke pusat Kota Gaza. Tel Aviv mengklaim ada sekitar 2.000-3.000 militan Hamas di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah PBB menuduh Israel melakukan genosida dan menyebut Netanyahu serta pejabat senior lainnya sebagai dalang di baliknya.
Sebagai tanggapan, militer Israel membuka rute transportasi sementara melalui Jalan Salah al-Din selama 48 jam, dimulai Rabu (17/9). Rute ini bertujuan memfasilitasi pengungsian warga sipil Palestina dari Kota Gaza menuju zona yang disebut "zona kemanusiaan" di selatan. Namun, demonstrasi di depan rumah Netanyahu menunjukkan betapa besarnya tekanan publik terhadap kebijakan pemerintah Israel. Situasi di Gaza dan Yerusalem tetap tegang, dan dunia internasional terus memantau perkembangannya dengan cemas.
