Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, kini tengah menjadi sorotan. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa pria berusia 76 tahun itu dipindahkan ke sayap rumah sakit di penjara Bangkok. Alasannya? Usia dan kondisi kesehatan kronis yang dideritanya. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Departemen Pemasyarakatan yang enggan disebutkan namanya kepada AFP pada Senin (15/9/2025).
Kepindahan Thaksin ini terjadi setelah Mahkamah Agung Thailand pekan lalu memerintahkannya menjalani hukuman penjara satu tahun. Putusan tersebut menyusul temuan bahwa Thaksin menjalani masa hukuman tahun 2023 di kamar rumah sakit, bukan di sel penjara seperti yang seharusnya. Peristiwa ini kembali menyoroti sosok kontroversial Thaksin yang selama dua dekade berseteru dengan pemerintahan pro-monarki dan pro-militer. Meskipun dinasti Shinawatra melemah dengan pemecatan putrinya, Paetongtarn, dari jabatan Perdana Menteri bulan lalu, Thaksin tetap menjadi pusat perhatian.

Kondisi kesehatan Thaksin pasca pemindahan menjadi pertanyaan besar. Pihak berwenang belum menjelaskan secara detail perawatan medis yang diterimanya. Namun, Paetongtarn, yang mengunjungi ayahnya bersama ibu dan kakak perempuannya, mengatakan bahwa Thaksin mengalami masalah tekanan darah, tetapi hal itu dianggapnya wajar mengingat kondisi stres di dalam penjara. Ia juga menyebutkan bahwa rambut ayahnya telah dicukur sesuai peraturan penjara.
Thaksin pulang ke Thailand Agustus 2023 setelah bertahun-tahun mengasingkan diri. Ia divonis delapan tahun penjara atas tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, ia tak pernah menginap di sel penjara. Pengacara Thaksin, Winyat Chatmontree, menyatakan belum saatnya mengajukan permohonan agar kliennya menjalani hukuman di luar penjara. Ia menegaskan bahwa Thaksin tidak meminta perlakuan istimewa dan tidak memiliki ruang khusus di penjara. Misteri di balik kesehatan Thaksin dan masa depan hukumannya masih terus berlanjut.
