Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Trump Ingin Kembalikan Nama ‘Departemen Perang’ AS, Alasannya Mengejutkan!
Trending Indonesia

Trump Ingin Kembalikan Nama ‘Departemen Perang’ AS, Alasannya Mengejutkan!

GunawatiBy Gunawati05-09-2025 - 12.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Trump Ingin Kembalikan Nama 'Departemen Perang' AS, Alasannya Mengejutkan!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden AS Donald Trump berencana menghidupkan kembali sebutan "Departemen Perang" untuk Departemen Pertahanan AS. Bukan sebagai pengganti nama resmi, melainkan sebagai gelar sekunder. Langkah ini terungkap lewat perintah eksekutif yang akan ditandatangani Trump, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari BBC, Jumat (5/9/2025). Perintah tersebut juga akan mengubah sebutan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjadi Menteri Perang.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Trump berpendapat bahwa sebutan "Departemen Perang" lebih efektif menyampaikan kesiapan dan tekad Amerika Serikat dibandingkan "Departemen Pertahanan" yang dianggapnya hanya menekankan aspek pertahanan. Perintah eksekutif tersebut menyatakan bahwa perubahan nama ini bertujuan memproyeksikan kekuatan dan tekad AS kepada musuh-musuhnya, sekaligus menegaskan kesiapan negara tersebut untuk berperang demi mengamankan kepentingan nasionalnya.

Trump Ingin Kembalikan Nama 'Departemen Perang' AS, Alasannya Mengejutkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, perubahan ini tidak akan mudah. Kewenangan untuk membentuk departemen eksekutif ada di tangan Kongres AS. Oleh karena itu, Trump hanya dapat menggunakan gelar "Departemen Perang" sebagai tambahan, sementara Hegseth dan jajarannya diperintahkan untuk mengusulkan langkah-langkah legislatif dan eksekutif untuk perubahan nama permanen. Trump sendiri mengaku optimistis Kongres akan menyetujui perubahan tersebut.

Biaya yang dibutuhkan untuk perubahan nama permanen diperkirakan mencapai miliaran dolar AS, mencakup penggantian ratusan lambang, alamat email, seragam, dan lainnya. Ironisnya, hal ini berpotensi menghambat upaya Pentagon untuk memangkas pengeluaran. Departemen Perang sendiri sebelumnya dibentuk pada 1789 dan berganti nama menjadi Departemen Pertahanan pada 1947 setelah Perang Dunia II. Trump berargumen bahwa nama lama tersebut merepresentasikan sejarah kemenangan luar biasa AS dalam kedua perang dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Paus Dihujat Trump Iran Pasang Badan

15-04-2026 - 18.45

Mengejutkan Kapal Iran Berhasil Lintasi Selat Hormuz

15-04-2026 - 18.30

Gedung Putih Dituding Jadi Corong Israel

15-04-2026 - 18.15

Sikap Rusia Mengejutkan Dunia Soal Nuklir Iran

15-04-2026 - 18.00

Rahasia Dokumen Jepang Picu Amarah Korut

15-04-2026 - 16.45

PBB Ungkap Peningkatan Nuklir Korea Utara Drastis

15-04-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.