Internationalmedia.co.id memberitakan insiden mengejutkan yang menimpa Jembatan Gokteik di Myanmar. Jembatan kereta api ikonik era kolonial Inggris itu kini hancur lebur. Junta militer Myanmar menuduh kelompok anti-kudeta, Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA) dan Pasukan Pertahanan Rakyat, sebagai dalang di balik penghancuran jembatan tersebut. Klaim ini disampaikan oleh juru bicara junta, Zaw Min Tun, melalui pernyataan video yang tersebar luas di media. Pernyataan tersebut menyebut jembatan dibom dan dihancurkan. Versi lain dari junta menyebutkan jembatan diledakkan menggunakan ranjau.
Jembatan Gokteik, yang membentang 102 meter di atas ngarai, dulunya merupakan jembatan kereta api tertinggi di dunia saat diresmikan pada 1901. Kehancurannya kini menjadi sorotan dunia. Berbagai foto dan video di media sosial memperlihatkan kerusakan parah pada struktur jembatan yang menghubungkan Mandalay dan Negara Bagian Shan. Kejadian ini tentu saja berdampak besar pada sektor pariwisata dan transportasi di wilayah tersebut.

Namun, tuduhan junta dibantah keras oleh pihak TNLA. Juru bicara TNLA, Lway Yay Oo, justru balik menuduh junta yang menghancurkan jembatan tersebut. Ia mengklaim bahwa junta mencoba membom basis TNLA menggunakan drone, dan bom tersebut mengenai jembatan Gokteik secara tidak sengaja. Pertempuran sengit antara TNLA dan junta memang tengah terjadi di kota-kota terdekat, Nawnghkio dan Kyaukme, yang semakin memperkeruh situasi. Junta sendiri mengklaim telah merebut kembali Nawnghkio pada Juli lalu. Misteri di balik runtuhnya jembatan bersejarah ini pun masih menjadi teka-teki yang perlu diungkap.

