Insiden mengejutkan terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kursk, Rusia. Internationalmedia.co.id melaporkan, kebakaran melanda fasilitas vital tersebut setelah militer Rusia berhasil menembak jatuh sebuah drone Ukraina. Peristiwa ini memicu kekhawatiran global akan potensi bencana nuklir.
Alexander Khinshtein, penjabat Gubernur Kursk, langsung menyatakan keprihatinannya melalui Telegram. Ia menyebut serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keselamatan nuklir dan pelanggaran konvensi internasional. PLTN Kursk sendiri merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi kerusakan pada sebuah transformator tambahan akibat serangan drone. Akibatnya, kapasitas operasional unit tiga PLTN tersebut turun hingga 50%.

Informasi yang diperoleh internationalmedia.co.id menyebutkan, drone tersebut meledak saat menghantam PLTN Kursk, memicu kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Beruntung, pihak PLTN memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa tingkat radiasi di sekitar PLTN Kursk tetap normal dan berada dalam batas aman. Namun, peristiwa ini tetap menyisakan pertanyaan besar terkait keamanan infrastruktur vital di tengah konflik Rusia-Ukraina yang semakin memanas. Investigasi lebih lanjut tentu diperlukan untuk mengungkap detail kejadian dan mencegah insiden serupa terulang.
