Internationalmedia.co.id melaporkan kecaman internasional yang membanjiri Israel terkait krisis kelaparan di Gaza akhirnya berbuah jeda perang terbatas. Namun, langkah ini menuai pertanyaan: aksi kemanusiaan atau strategi baru Tel Aviv? Jeda selama 10 jam per hari di tiga wilayah Gaza ini diumumkan setelah 111 organisasi kemanusiaan, termasuk MSF, Save the Children, dan Oxfam, mendesak gencatan senjata dan akses bantuan tanpa hambatan.
Organisasi-organisasi tersebut menyoroti penderitaan warga Palestina yang terjebak dalam siklus putus asa, menunggu bantuan yang tak kunjung tiba. Lebih dari dua juta penduduk Gaza menghadapi kekurangan pangan akut setelah 21 bulan konflik. PBB mencatat lebih dari 1.000 warga Palestina tewas dalam upaya mendapatkan bantuan sejak Mei lalu. Pernyataan keras juga dilontarkan oleh WHO, yang menyebut kelaparan massal di Gaza sebagai "buatan manusia".

Israel membantah tuduhan tersebut, menyalahkan Hamas atas hambatan distribusi bantuan. Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, menuding Hamas mencegah penyaluran bantuan dan bahkan menjarahnya. Ia juga menuding PBB gagal mendistribusikan bantuan yang telah siap di perbatasan.
Di tengah situasi mencekam ini, harapan tetap menyala. Suad Ishtaywi (30), warga Gaza, mengungkapkan harapannya agar bantuan mencapai keluarganya yang mengungsi. "Harapan hidup saya adalah makan sepotong roti dan dapat menyediakan roti untuk anak-anak saya," ujarnya. Senada, Mohammed al-Daduh (44) berharap bantuan segera datang, mengatakan, "Kelaparan membunuh kami setiap hari."
Secercah harapan muncul dengan masuknya truk-truk bantuan dari Mesir. Namun, akses yang sulit akibat kerusakan infrastruktur di perbatasan memaksa konvoi tersebut memutar ke perbatasan Kerem Shalom untuk diperiksa sebelum masuk Gaza.
Jeda perang 10 jam yang diumumkan Israel hanya berlaku di Al-Mawasi, Deir el-Balah, dan Kota Gaza. Israel mengklaim telah membuka rute aman untuk PBB dan organisasi bantuan, serta mengirimkan bantuan udara. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah jeda ini merupakan langkah tulus untuk meringankan penderitaan warga Gaza atau sekadar taktik untuk mengendalikan situasi? internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza.
