Kabar mengejutkan datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Internationalmedia.co.id melaporkan, Netanyahu terpaksa absen dari sidang kasus korupsinya karena mengalami keracunan makanan. Informasi ini dibenarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel, Senin (21/7/2025), yang menyebutkan Netanyahu akan beristirahat selama tiga hari di rumah. Meski demikian, pemerintah memastikan Netanyahu tetap menjalankan tugasnya dari kediamannya.
Sumber-sumber menyebutkan, Netanyahu jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan basi. Kondisi kesehatan PM Israel itu cukup serius, ia mengalami radang usus dan dehidrasi, bahkan memerlukan perawatan infus. "Sesuai instruksi dokter, Perdana Menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan dan akan mengelola urusan negara dari sana," demikian pernyataan resmi kantor Perdana Menteri.

Kondisi kesehatan Netanyahu yang memburuk ini membuat agenda kesaksiannya di Pengadilan Distrik Yerusalem terpaksa dibatalkan. Sidang yang dijadwalkan Senin (21/7) dan Selasa (22/7) waktu setempat, akhirnya ditunda. Pengacara Netanyahu, Amit Hadad, mengajukan permohonan penundaan setelah kliennya jatuh sakit. Kejaksaan Negeri pun menyetujui permintaan tersebut, bahkan mengajukan jadwal sidang pengganti pada Rabu (23/7) dan Kamis (24/7).
Namun, rencana tersebut kandas. Pengadilan memutuskan untuk membatalkan seluruh persidangan pekan ini karena bentrok dengan jadwal pengadilan. Akibatnya, kesaksian Netanyahu kemungkinan baru akan digelar September mendatang, bertepatan dengan berakhirnya masa reses pengadilan. Selama masa reses, pengadilan beroperasi dengan kapasitas terbatas sehingga sidang besar seperti kasus Netanyahu tidak dapat digelar.
Ini bukan kali pertama kesaksian Netanyahu ditunda. Sejak sidang dimulai Desember lalu, berbagai alasan telah menyebabkan penundaan, mulai dari masalah kesehatan, perang di Gaza, serangan ke Iran, hingga perjalanan diplomatik. Kasus korupsi yang menjerat Netanyahu ini tampaknya masih akan berlarut-larut.
