Internationalmedia.co.id – News – Teheran. Para pemimpin Republik Islam Iran secara serentak menolak keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut adanya perpecahan faksi dalam sistem pemerintahan mereka. Dengan suara bulat, Teheran menegaskan bahwa persatuan di negara Syiah itu "tak tergoyahkan," membantah narasi yang dihembuskan Washington.
Kepala Otoritas Kehakiman Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Trump. Melalui platform media sosial X pada Kamis (23/4) waktu setempat, Mohseni-Ejei menyatakan, "Trump seharusnya menyadari bahwa istilah ‘garis keras’ dan ‘moderat’ adalah label artifisial tanpa pijakan faktual, yang umum digunakan dalam wacana politik Barat." Ia menambahkan bahwa "semua kelompok dan semua arus di Iran pada akhirnya mempertahankan kohesi, persatuan, dan komitmen mereka terhadap arahan Pemimpin Tertinggi yang terhormat." Pernyataan ini, seperti dilansir oleh Al Arabiya, menggarisbawahi pandangan Teheran tentang soliditas internalnya.

Kritikan Mohseni-Ejei ini muncul setelah Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf juga menerbitkan pernyataan bersama yang secara eksplisit menampik adanya keretakan di pemerintahan Iran. "Di Iran, tidak ada garis keras atau moderat. Kita semua adalah warga Iran," tegas Ghalibaf dalam unggahan di media sosial X. Pezeshkian mengamini pernyataan tersebut dengan redaksi yang identik, menekankan bahwa "dengan persatuan yang tak tergoyahkan antara rakyat dan negara, dan ketaatan penuh kepada Pemimpin Tertinggi, kita akan membuat agresor menyesali tindakan mereka."
Senada dengan para pemimpin lainnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menegaskan bahwa "medan laga dan diplomasi merupakan dua lini yang sepenuhnya terkoordinasi dalam konflik yang sama." Ia menambahkan, "Rakyat Iran lebih bersatu dari sebelumnya," dalam unggahan di media sosial X, memperkuat citra persatuan nasional.
Pernyataan kolektif dari Teheran ini merupakan respons langsung terhadap klaim berulang kali dari Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya menuduh Iran terpecah menjadi "kelompok garis keras" dan "kelompok moderat," yang menurutnya menghambat upaya mencapai kesepakatan antara AS dan Iran. "Iran sedang dalam kesulitan besar dalam menentukan siapa pemimpin mereka! Mereka benar-benar tidak tahu!" ujar Trump dalam pernyataannya. Ia bahkan menyebut, "Pertikaian internal antara kelompok ‘Garis Keras’, yang telah mengalami kekalahan telak di medan perang, dan kelompok ‘Moderat’, yang sebenarnya tidak terlalu moderat (tetapi semakin dihormati!), sungguh gila!"
Respons tegas dari Iran ini menggarisbawahi perbedaan pandangan yang tajam antara kedua negara, di mana Teheran berupaya memproyeksikan citra persatuan yang solid di tengah tekanan dan tuduhan dari Washington.
