Internationalmedia.co.id – News – Amerika Serikat telah menegaskan bahwa mereka tidak akan menghalangi partisipasi tim nasional Iran dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026. Namun, Washington menetapkan sebuah syarat krusial: Iran tidak diizinkan membawa serta individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjelang dimulainya turnamen sepak bola akbar tersebut pada 11 Juni 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Rubio menjelaskan bahwa keberatan AS sama sekali tidak ditujukan kepada para atlet Iran. "Tidak ada pihak dari AS yang melarang mereka untuk datang," kata Rubio kepada para jurnalis, seperti dilansir oleh kantor berita Reuters dan Al Arabiya English pada Jumat (24/4/2026). Ia menambahkan, "Permasalahannya bukan pada atlet mereka, melainkan pada beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kami mungkin tidak dapat mengizinkan mereka masuk, tetapi ini bukan tentang atletnya sendiri."

Pemerintah AS memiliki alasan kuat di balik kebijakan ini. Washington telah secara resmi menetapkan IRGC sebagai "organisasi teroris asing." Oleh karena itu, Rubio dengan tegas menyatakan, "Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura menjadi jurnalis atau pelatih atletik."
Di tengah diskusi mengenai partisipasi Iran, sebelumnya sempat muncul usulan kontroversial dari Paolo Zampolli, seorang utusan Presiden AS Donald Trump yang tidak memiliki hubungan resmi dengan penyelenggaraan Piala Dunia. Zampolli menyarankan agar Italia, negara asalnya, menggantikan posisi Iran di turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
"Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan [Presiden FIFA Gianni] Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," ucap Zampolli seperti dilaporkan Financial Times pada Rabu (22/4/2026). Ia melanjutkan, "Saya orang Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di AS. Dengan empat gelar juara dunia, mereka layak secara prestasi."
Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada indikasi resmi bahwa Iran akan menarik diri atau dilarang dari turnamen yang gagal diikuti oleh Italia tersebut. Sebelumnya, Iran sempat mengajukan permintaan kepada FIFA untuk memindahkan tiga pertandingan grup timnya dari AS ke Meksiko setelah pecahnya konflik, namun permintaan tersebut ditolak oleh FIFA.
