Berita duka kembali datang dari Nigeria. Internationalmedia.co.id melaporkan setidaknya 27 warga sipil tewas mengenaskan akibat serangan brutal kelompok bersenjata di wilayah Plateau, Nigeria. Peristiwa mengerikan ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan yang melanda kawasan tersebut.
Menurut laporan AFP, Plateau dan sejumlah wilayah di Sabuk Tengah Nigeria memang dikenal rawan bentrokan antara petani dan peternak yang memperebutkan lahan dan sumber daya alam. Serangan yang terjadi pada Senin (14/7) lalu di permukiman Jebu-Rahoss, wilayah pemerintahan daerah Riyom, dilakukan secara membabi buta. Para penyerang, yang dilengkapi senjata api dan parang, meneror warga yang tengah tertidur pulas.

Haggai Gankis, salah satu warga yang selamat, menceritakan kesaksiannya yang mencekam. Ia menuding para penggembala sebagai dalang di balik pembantaian ini. Namun, Chuwang David, warga lainnya, justru menyalahkan para bandit. Keduanya sepakat menggambarkan serangan yang terjadi sangat brutal dan tak berperikemanusiaan. "Kami mendengar suara tembakan, para penyerang menembak banyak orang dan juga menggunakan parang," ujar David.
Da Chomo Moses, warga lainnya, turut mengkonfirmasi jumlah korban yang sama, bahkan ia kehilangan tiga anggota keluarganya dalam insiden tersebut. Gankis menambahkan bahwa mayoritas korban adalah perempuan. "27 orang tak bersalah ditembak mati," tegasnya.
Ibrahim Babayo, ketua Asosiasi Peternak Sapi Miyetti Allah Nigeria di negara bagian Plateau, dengan tegas membantah keterlibatan anggotanya dalam serangan tersebut. Sementara itu, Ketua dewan pemerintah daerah, Sati Bature Shuwa, mengakui adanya serangan namun enggan merinci jumlah korban jiwa. Laporan menyebutkan sejumlah korban luka dilarikan ke rumah sakit, namun jumlah pastinya belum diketahui. Tragedi ini sekali lagi menyoroti konflik berkepanjangan dan situasi keamanan yang memprihatinkan di Nigeria.