Serangan udara Israel kembali menorehkan duka mendalam di Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id melaporkan, sedikitnya enam warga Palestina tewas dalam serangan terbaru yang menyasar sebuah sekolah yang telah dialihfungsikan menjadi tempat penampungan pengungsi. Peristiwa mengerikan ini terjadi Jumat (11/7) waktu setempat.
Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan lima korban jiwa berasal dari serangan di Sekolah Halima al-Saadia, Jabalia al-Nazla, Gaza utara. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan itu justru berubah menjadi kuburan bagi para pengungsi yang berlindung di dalamnya. Beberapa lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Serangan terpisah di Gaza City juga menelan satu korban jiwa dan sejumlah luka-luka. Rumah Sakit Al-Awda di Nuseirat bahkan menerima beberapa korban akibat tembakan Israel ke arah warga sipil yang tengah berada di dekat titik distribusi bantuan kemanusiaan.

Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan mematikan ini. Intensitas operasi militer Israel di Jalur Gaza memang meningkat tajam seiring perang yang telah berlangsung selama 22 bulan melawan kelompok Hamas.
Keterbatasan akses media dan kesulitan memasuki sejumlah wilayah di Gaza membuat verifikasi independen atas jumlah korban dan detail kejadian menjadi sulit. Namun, kesaksian seorang warga Palestina di Gaza selatan yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan situasi mencekam dengan serangan udara sporadis, baku tembak intens, penembakan artileri, dan penghancuran kamp pengungsian serta lahan pertanian. Ia menggambarkan situasi di wilayahnya sebagai "sangat sulit".
Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza yang tengah dilanda konflik berkepanjangan.