Perundingan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang difasilitasi di Qatar, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id, berakhir tanpa kesepakatan. Informasi dari dua sumber Palestina yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa delegasi Israel yang hadir tak memiliki mandat cukup untuk bernegosiasi. Pertemuan yang digelar Senin (7/7/2025) ini pun disebut akan dilanjutkan pekan depan, bertepatan dengan rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih.
Sumber tersebut menyatakan, delegasi Israel "tidak memiliki wewenang yang cukup… untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas, karena tidak memiliki kewenangan nyata." Pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan Netanyahu sebelumnya yang memastikan negosiatornya telah diberi instruksi jelas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan syarat yang telah disetujui Israel.

Tekanan publik di Israel sendiri semakin meningkat. Pada Sabtu malam, warga Israel berunjuk rasa di Tel Aviv menuntut gencatan senjata dan pengembalian sekitar 50 sandera yang masih ditawan di Gaza. Nasib perundingan gencatan senjata ini pun kini menjadi pertanyaan besar, apakah akan menemui titik terang atau kembali menemui jalan buntu.
