Internationalmedia.co.id melaporkan, percakapan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mantan Presiden AS Donald Trump mengungkap ketegangan yang masih tinggi terkait konflik Ukraina. Pembicaraan selama hampir satu jam itu terjadi di tengah jalan buntu perundingan damai yang diinisiasi AS dan penghentian sementara pengiriman senjata ke Kiev oleh Washington.
Menurut keterangan ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, Putin menegaskan Rusia tak akan mengalah dalam mencapai tujuannya di Ukraina. Ushakov menjelaskan, Putin menyatakan Rusia akan terus berupaya menghapus "akar penyebab" konflik yang terjadi. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Moskow tetap berpegang teguh pada tujuan maksimalisnya, yang selama ini diartikan sebagai tuntutan agar Ukraina melepaskan ambisi bergabung dengan NATO.

Meskipun demikian, Putin juga menyampaikan kesediaan Rusia untuk melanjutkan proses negosiasi. Ushakov menekankan bahwa Putin menyatakan komitmen Rusia untuk mencari solusi politik melalui jalur diplomasi. Sementara itu, Trump dikabarkan menyampaikan kekecewaannya atas kegagalan upaya AS untuk mengakhiri konflik tersebut, baik dari pihak Moskow maupun Kiev. Pernyataan resmi dari pihak Trump belum dirilis. Percakapan ini menimbulkan pertanyaan besar: apa sebenarnya "akar penyebab" yang dimaksud Putin, dan seberapa besar peluang tercapainya solusi damai di tengah kebuntuan ini?
