Internationalmedia.co.id melaporkan kabar mengejutkan terkait konflik Iran-Israel yang baru saja berakhir. Perang selama 12 hari itu telah menelan korban jiwa yang sangat besar di pihak Iran. Jumlah korban tewas mencapai angka 627 jiwa, menurut pengumuman resmi Kementerian Kesehatan Iran.
Selain korban jiwa, konflik tersebut juga mengakibatkan 4.870 orang mengalami luka-luka. Teheran menjadi kota dengan jumlah korban tertinggi, disusul Kermanshah. Khuzestan, Lorestan, dan Isfahan juga mengalami kerugian signifikan akibat serangan tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan kesedihan mendalam atas tragedi ini. Ia menggambarkan situasi menyayat hati saat melihat banyaknya korban, termasuk anak-anak dan ibu-ibu yang terluka. Kermanpour menyerahkan penilaian atas peristiwa ini kepada hati nurani seluruh umat manusia.
Data yang dirilis menunjukkan 86,1 persen korban meninggal di lokasi kejadian, sementara sisanya, 13,9 persen, meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi mengumumkan berakhirnya perang 12 hari dengan Israel. Ia menyebut berakhirnya konflik tersebut sebagai hasil perlawanan heroik rakyat Iran yang gigih. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi Iran, IRNA. Gencatan senjata, menurut Pezeshkian, mengakhiri perang yang dipicu oleh provokasi dan petualangan Israel.
