Ketegangan di Teluk Persia mencapai titik didih baru setelah sebuah kapal super tanker Iran, yang berada di bawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS), dilaporkan berhasil menembus perairan strategis Teluk melalui Selat Hormuz. Internationalmedia.co.id – News – Peristiwa ini terjadi di tengah ketatnya blokade laut yang diberlakukan militer AS terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju pelabuhan Teheran. Insiden ini menandai tantangan langsung terhadap otoritas Washington dan menjadi yang kedua kalinya terjadi dalam waktu singkat.
Menurut data pelayaran yang dihimpun oleh LSEG dan Kpler, yang diakses pada Jumat (17/4/2026), pergerakan kapal-kapal tersebut terkonfirmasi. Kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) bernama RHN, yang dilaporkan berlayar tanpa muatan, terpantau memasuki Teluk pada Rabu (15/4). Sehari sebelumnya, pada Selasa (14/4), VLCC Alicia, super tanker Iran lain yang juga dikenai sanksi AS, telah lebih dulu melintasi Selat Hormuz dan dilaporkan menuju Irak. Kedua kapal ini diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam mengangkut minyak Iran.

Blokade militer di kawasan tersebut diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/4), menyusul kegagalan perundingan damai antara Washington dan Teheran di Islamabad. Komando Pusat AS (CENTCOM), melalui akun media sosial X, mengklaim bahwa setidaknya 10 kapal telah dipaksa berbalik arah dan tidak ada yang berhasil menerobos sejak blokade dimulai pada Senin (13/4). Namun, laporan dari kantor berita Iran, Fars News Agency, pada Rabu (15/4) secara tegas menyatakan bahwa sebuah super tanker Iran yang disanksi telah berhasil melewati Selat Hormuz menuju pelabuhan Imam Khomeini di wilayah Iran, mengabaikan blokade laut.
Keberhasilan kapal-kapal ini menembus blokade AS menambah daftar panjang ketegangan di jalur pelayaran vital dunia. Bahkan, kapal tanker Rich Starry, yang juga masuk daftar sanksi Washington, sempat keluar dari perairan Teluk pada Selasa (14/4) namun kemudian kembali pada Rabu (15/4), menunjukkan dinamika yang kompleks di lapangan. Di sisi lain, Teheran, melalui sumber yang dekat dengan pemerintah, mengisyaratkan kemungkinan untuk mengizinkan kapal-kapal berlayar bebas melalui sisi Oman di Selat Hormuz tanpa risiko serangan. Ini bisa menjadi bagian dari proposal dalam negosiasi dengan AS, asalkan kesepakatan untuk mencegah konflik baru dapat tercapai.
Peristiwa ini menggarisbawahi rumitnya upaya AS untuk mengisolasi Iran secara ekonomi melalui jalur laut dan potensi eskalasi konflik di salah satu choke point maritim terpenting di dunia.
(nvc/ita)

