Berita mengejutkan datang dari Timur Tengah. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Pemerintah Israel mengonfirmasi telah menyetujui gencatan senjata dengan Iran. Pernyataan ini muncul setelah 12 hari perang udara sengit antara kedua negara. Israel menyebut operasi militernya, "Operation Rising Lion," telah mencapai tujuannya.
Dalam pernyataan resmi, Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut sebagai "kesuksesan luar biasa," mengatakan telah berhasil menyingkirkan "dua ancaman eksistensial" bagi negara tersebut. Ancaman tersebut merujuk pada program nuklir dan rudal balistik Iran. Israel bahkan mengklaim telah mencapai prestasi bersejarah dan menempatkan dirinya setara dengan kekuatan dunia.

Pernyataan tersebut juga memuji peran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, atas dukungan dan partisipasinya dalam "menyingkirkan ancaman nuklir Iran." Israel menegaskan gencatan senjata disepakati atas koordinasi penuh dengan Trump, namun mengancam akan merespon tegas setiap pelanggaran.
Pengumuman gencatan senjata ini sendiri pertama kali disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social dengan kalimat singkat, "GENCATAN SENJATA BERLAKU SEKARANG." Trump sebelumnya menjelaskan bahwa gencatan senjata akan berlangsung bertahap selama 24 jam, dimulai dengan penghentian sepihak operasi militer Iran. Israel baru akan menghentikan serangannya 12 jam kemudian.
Meskipun seorang pejabat Iran anonim mengkonfirmasi kesepakatan gencatan senjata kepada Reuters, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan belum ada kesepakatan resmi kecuali Israel terlebih dahulu menghentikan serangannya. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Iran yang mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut secara penuh. Situasi di Timur Tengah masih tetap tegang dan perkembangan selanjutnya masih perlu dipantau.
