Internationalmedia.co.id melaporkan, Iran membantah keras tuduhan Israel terkait serangan yang mengenai Rumah Sakit Soroka di Israel Selatan. Teheran menegaskan serangan tersebut menyasar markas militer Israel, bukan rumah sakit. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui akun X-nya menyatakan bahwa serangan presisi Angkatan Bersenjata Iran menghancurkan markas komando militer, kontrol, dan intelijen Israel, beserta target vital lainnya.
Araghchi menjelaskan kerusakan yang terjadi di Rumah Sakit Soroka hanyalah dampak sampingan yang minimal. Ia menambahkan bahwa rumah sakit tersebut sebagian besar telah dievakuasi dan berfungsi sebagai fasilitas perawatan bagi tentara Israel yang terlibat dalam konflik di Gaza. Lebih lanjut, Araghchi menuding Israel sebagai pihak yang memulai konflik dan telah melakukan kejahatan perang dengan menargetkan rumah sakit dan warga sipil Palestina.

Serangan rudal Iran yang terjadi Kamis pagi menargetkan beberapa kota besar Israel, termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, dan Holon. Otoritas Israel melaporkan lebih dari 270 warga terluka akibat serangan tersebut. Sementara itu, kantor berita Iran, IRNA, mengklaim rudal-rudal tersebut menargetkan markas militer dan intelijen Israel yang berada di dekat Rumah Sakit Soroka.
Araghchi juga meminta warga Israel untuk mengindahkan peringatan evakuasi dan menjauhi lokasi militer dan intelijen. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus membalas serangan Israel hingga agresi tersebut dihentikan dan pelakunya bertanggung jawab. Perang ini bermula dari serangan udara Israel ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir. Israel melaporkan sedikitnya 24 warga negara mereka tewas dan ratusan lainnya terluka, sementara Iran melaporkan angka korban jiwa mencapai 585 orang tewas dan lebih dari 1300 luka-luka.
