internationalmedia.co.id – Situasi keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini dilaporkan telah kembali kondusif setelah sempat diwarnai ketegangan akibat aksi penyampaian aspirasi pada akhir Oktober lalu. Kapolda DIY, Irjen Langggeng Purnomo, memberikan apresiasi mendalam kepada kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat yang telah berdemonstrasi secara tertib, namun ia juga memberikan catatan keras terhadap oknum yang memicu kerusuhan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Irjen Langggeng menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai aliansi mahasiswa, seperti Aliansi UMY Bergerak, Gelora, Forum BEM DIY, hingga berbagai kelompok mahasiswa dari UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya, kedewasaan para peserta aksi dalam menyampaikan pendapat tanpa anarkisme adalah cerminan kepedulian warga dalam menjaga stabilitas Yogyakarta.

"Kami mengapresiasi seluruh elemen yang menyampaikan aspirasi dengan damai. Ini membuktikan bahwa masyarakat Yogyakarta memiliki komitmen tinggi untuk menjaga kota ini tetap aman," ujar Langggeng pada Jumat (30/10/2026).
Namun, suasana damai tersebut sempat ternoda oleh kehadiran sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah massa aksi utama membubarkan diri dengan tertib dari kawasan Titik Nol Kilometer, muncul kelompok perusuh yang bergerak menuju Gedung DPRD DIY. Kelompok ini melakukan berbagai tindakan provokatif, mulai dari pelemparan batu, penggunaan bom molotov, hingga perusakan fasilitas umum.
Tindakan anarkis tersebut tidak hanya merusak sarana publik, tetapi juga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Kapolda menegaskan bahwa perilaku kekerasan tersebut sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur masyarakat Yogyakarta yang dikenal santun, toleran, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.
"Jangan sampai ruang demokrasi justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan. Menyampaikan pendapat adalah hak, tetapi anarkisme bukanlah budaya kita," tegasnya.
Terkait tindakan kepolisian di lapangan, Irjen Langggeng menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul, termasuk penggunaan gas air mata dan water cannon. Ia menjelaskan bahwa langkah tegas tersebut terpaksa diambil oleh personel PHH guna mencegah aksi anarkis meluas dan membahayakan keselamatan warga lainnya.
Pihak kepolisian juga memastikan telah memberikan perlindungan maksimal kepada warga yang terjebak dalam kericuhan. Bahkan, sejumlah warga yang terluka telah mendapatkan penanganan medis dan perlindungan di dalam gedung DPRD sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Saat ini, Polda DIY tengah fokus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan serta melakukan penegakan hukum terhadap para provokator. Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi menyesatkan di media sosial yang bertujuan memecah belah. Ia mengajak seluruh elemen untuk menyelesaikan persoalan daerah melalui dialog dan kolaborasi, bukan melalui tindakan yang merugikan kepentingan bersama.
