internationalmedia.co.id – Insiden tragis yang menimpa KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Merak kini memasuki babak baru. Kapal yang sebelumnya sempat dilanda kebakaran hebat tersebut kini dilaporkan telah tenggelam ke dasar laut. Menanggapi situasi darurat ini, PT ASDP Indonesia Ferry segera mengambil langkah cepat dengan merencanakan operasi pengangkatan bangkai kapal melalui prosedur salvage atau penyelamatan bawah air.
Peristiwa yang mengejutkan para pengguna jasa penyeberangan ini terjadi pada Rabu malam, sekitar pukul 20.54 WIB. Ironisnya, kapal tersebut tidak tenggelam saat api sedang berkobar, melainkan justru saat petugas sedang berupaya keras melakukan proses pemadaman. Diduga kuat, volume air yang sangat besar yang digunakan untuk memadamkan api telah memberikan beban tambahan yang melampaui kapasitas stabilitas kapal. Akibatnya, kapal menjadi miring secara drastis sebelum akhirnya karam di jalur masuk pelabuhan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah ini. Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan dengan berbagai instansi berwenang serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mempersiapkan teknis pengangkatan kapal. Fokus utama saat ini adalah memastikan bahwa seluruh tahapan operasi penyelamatan dapat berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti.
"ASDP akan berkoordinasi dengan instansi berwenang dan pihak terkait untuk mempersiapkan proses pengangkatan kapal melalui operasi salvage," ujar Windy dalam keterangan resminya pada Kamis (22/10/2026).
Selain fokus pada pengangkatan bangkai kapal, aspek keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian menjadi prioritas utama perusahaan. Mengingat posisi kapal yang tenggelam berada di alur masuk pelabuhan yang padat aktivitas, risiko kecelakaan bagi kapal lain yang melintas sangatlah tinggi. Untuk memitigasi risiko tersebut, tim di lapangan telah melakukan langkah pengamanan dengan memasang buoy atau pelampung penanda di titik lokasi kapal berada.
Pemasangan penanda ini bertujuan agar kapal-kapal lain yang melintasi area Merak dapat melihat dengan jelas adanya rintangan di bawah permukaan air. Hal ini sangat krusial guna menghindari benturan atau kecelakaan serupa yang dapat mengganggu arus lalu lintas logistik dan penumpang di pelabuhan.
Windy menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses pengangkatan akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Pihaknya berkomitmen untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, serta mempertimbangkan kondisi arus dan cuaca di perairan setempat. "Pelaksanaan proses tersebut akan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan guna memastikan penanganan berjalan secara terencana dan sesuai prosedur yang berlaku," tutupnya.
Saat ini, masyarakat dan para pelaku industri transportasi laut tengah menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai jadwal pasti dimulainya operasi salvage tersebut, sembari berharap agar jalur pelayaran Merak dapat segera kembali normal sepenuhnya.
