Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta, baru-baru ini menjadi sorotan setelah menggelar razia gabungan skala besar. Bekerja sama dengan TNI, Polri, dan BNNK Jakarta Timur, operasi ini bertujuan untuk memastikan konsistensi program Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Zero Halinar) di lingkungan Lapas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa meskipun tidak ditemukan narkoba maupun telepon genggam, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang modifikasi yang dilarang.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Syarpani, menyatakan kepuasannya atas hasil razia yang tidak menemukan narkoba maupun perangkat komunikasi ilegal. "Tidak ditemukannya narkoba dan handphone adalah capaian positif yang harus terus kami jaga. Komitmen Zero Halinar bukan berarti pengawasan berhenti, melainkan harus diperkuat melalui deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan evaluasi berkelanjutan. Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap handphone, pungutan liar, maupun narkoba," tegas Syarpani dalam keterangan resminya pada Sabtu (19/9/2026).

Dalam operasi yang melibatkan puluhan personel gabungan, setiap kamar hunian dan barang pribadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) disisir secara teliti. Meskipun target utama berupa narkoba dan handphone nihil, petugas menemukan dan mengamankan beberapa barang yang tidak semestinya berada di dalam sel. Barang-barang tersebut meliputi kabel listrik, colokan, hingga alat pemanas yang telah dimodifikasi. Seluruh temuan ini kemudian didata dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Menyoroti pentingnya sinergi, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DKI Jakarta, Wachid Wibowo, yang turut memantau langsung kegiatan, menegaskan bahwa keberhasilan program Zero Halinar sangat bergantung pada integritas dan kolaborasi lintas instansi. "Zero Halinar menuntut integritas tinggi dari seluruh petugas serta kerja sama yang erat. Sinergi dengan TNI, Polri, BNN, dan aparat penegak hukum lainnya harus terus diperkuat melalui langkah-langkah konkret, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan efektif terhadap setiap potensi gangguan keamanan," jelas Wachid.
Senada, Kepala BNNK Jakarta Timur, Kombes Almas B. Arrasuli, turut menggarisbawahi vitalnya konsistensi dalam upaya kolaboratif untuk memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, pengawasan dan deteksi dini yang dilakukan secara bersama-sama merupakan elemen krusial untuk mempersempit celah masuk dan beredarnya narkoba di dalam Lapas.
Razia gabungan ini juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan. Bagi Lapas Cipinang, hasil positif ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan deteksi dini, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut secara konsisten demi menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif bagi Warga Binaan.
