Banyuasin, Sumatera Selatan – Sebuah tragedi memilukan mengguncang Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, setelah seorang anak tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Peristiwa berdarah ini diduga kuat dipicu oleh sengketa lahan yang tak kunjung menemukan titik terang. Informasi ini dihimpun oleh Internationalmedia.co.id – News.
Pelaku, Sumarno (32), kini telah diamankan pihak kepolisian usai membacok Sukeri (69), ayahnya, hingga tewas. Insiden tragis ini terjadi di kediaman korban di Parit 9, Desa Teluk Betung, pada Kamis, 17 September 2026, sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Sumarno berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah aksi keji itu terjadi. "Kami telah berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri. Penangkapan dilakukan dengan cepat, belum genap 1×24 jam pasca kejadian," ujar Risnan, Jumat (18/9/2026), seperti dikutip dari internationalmedia.co.id.
Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap secara lebih rinci kronologi serta motif sebenarnya di balik pembunuhan tersebut. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan kuat mengarah pada perselisihan terkait kepemilikan lahan antara Sumarno dan sang ayah. Sebelum insiden berdarah itu terjadi, keduanya dilaporkan terlibat cekcok sengit di rumah korban.
Ketegangan yang memuncak antara ayah dan anak itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan. Sumarno diduga gelap mata, mengambil sebilah parang, dan tanpa ampun menyerang ayahnya hingga Sukeri meregang nyawa di tempat kejadian.
Pelaku kini mendekam di balik jeruji besi Polres Banyuasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat tragis akan bahaya perselisihan keluarga yang tak terselesaikan dan dapat berujung pada tindakan di luar nalar.
