Internationalmedia.co.id – News – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyerukan perubahan fundamental dalam tata kelola pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi harus berjalan selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, sebuah tuntutan krusial di tengah tantangan perubahan iklim global. Seruan ini disampaikan Bima Arya dalam gelaran Urban Climate Forum 2026 di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bima Arya menekankan bahwa arah pembangunan daerah kini harus dirancang secara strategis untuk tidak hanya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, tetapi juga secara aktif merespons ancaman perubahan iklim. "Kepala daerah memiliki mandat ganda: mengawal pertumbuhan ekonomi yang signifikan, namun pada saat yang sama, wajib memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selaras dengan prinsip-prinsip sustainable development," ujarnya, menegaskan pentingnya keseimbangan tersebut.

Tantangan ini menjadi semakin relevan mengingat komposisi kepemimpinan daerah saat ini didominasi oleh wajah-wajah baru. Data yang dipaparkan Bima Arya menunjukkan bahwa 760 atau sekitar 74 persen dari total kepala daerah terpilih merupakan newcomers. Menariknya, 13,1 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun, dan 31,9 persen berada dalam rentang usia 40 hingga 50 tahun, menandakan hadirnya energi dan perspektif baru dalam pengelolaan daerah.
Untuk memperkuat kapabilitas daerah dalam menghadapi krisis iklim, Bima Arya mendorong tiga transformasi kunci dalam tata kelola pembangunan. Pertama, pergeseran dari pendekatan sektoral yang terpisah-pisah menjadi pendekatan yang terintegrasi dan holistik. Kedua, perluasan perspektif pembangunan yang melampaui batas-batas administrasi wilayah, mendorong kolaborasi antar daerah. Ketiga, pembangunan pendekatan antisipatif yang berbasis data emisi sejak tahap perencanaan awal. "Sangat krusial bagi setiap kepala daerah untuk memiliki baseline data iklim di wilayahnya masing-masing ketika kita berbicara tentang perubahan iklim," jelasnya.
Bima Arya juga memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inisiatif kolaborasi lintas wilayah yang telah menunjukkan aksi nyata dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ia mendorong para kepala daerah untuk proaktif mengidentifikasi serta melibatkan para inovator dan "pahlawan lokal" di daerah mereka. Tujuannya adalah membangun solusi-solusi yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik unik masing-masing wilayah, memupuk semangat kolaboratif dalam menghadapi tantangan iklim.
Forum penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono. Sejumlah kepala daerah terkait juga hadir, sementara Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti berpartisipasi secara virtual, menandakan komitmen lintas sektor dalam isu krusial ini.
