Meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah memicu krisis kesehatan yang mengkhawatirkan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, data terbaru menunjukkan lonjakan drastis kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kini menembus angka belasan ribu. Menurut catatan Dinas Kesehatan Riau, periode 1 hingga 14 September saja telah mencatat 11.370 penderita ISPA di seluruh wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengonfirmasi peningkatan signifikan ini saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa ribuan kasus tersebut tersebar merata di seluruh 12 kabupaten dan kota di Riau, mengindikasikan dampak karhutla yang meluas dan merata di berbagai penjuru provinsi.

Zulkifli menambahkan, puncak lonjakan kasus ISPA tercatat pada 10 September, di mana lebih dari 1.200 kasus baru dilaporkan dalam sehari. Meski demikian, ia menekankan bahwa hingga saat ini, belum ada pasien ISPA yang memerlukan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Seluruhnya masih dapat ditangani secara efektif di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, melalui konsultasi dan penanganan awal.
Data peningkatan kasus ISPA ini juga telah dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Kesehatan. Peningkatan signifikan ini mulai terdeteksi sejak 19 Agustus, yang pada awalnya hanya melibatkan empat daerah terdampak karhutla, yaitu Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru. Namun, seiring meluasnya titik api, dampak kesehatan pun turut meluas ke seluruh penjuru provinsi, memaksa warga untuk lebih waspada terhadap kualitas udara yang memburuk.
