Internationalmedia.co.id – News – Menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi Gunung Anak Krakatau serta beberapa gunung api lain di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana. Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi fenomena alam ini.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (8/9/2026), Almuzzammil menyampaikan simpati mendalam dari seluruh keluarga besar PKS kepada masyarakat yang terdampak. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang secara geografis rentan terhadap berbagai bencana alam, sehingga setiap peningkatan aktivitas alam harus direspons dengan serius. "Setiap peningkatan aktivitas alam harus kita hadapi dengan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan semangat saling menjaga," ujarnya.

Keselamatan warga menjadi prioritas utama, lanjut Almuzzammil. Oleh karena itu, PKS mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk terus memperkuat upaya mitigasi bencana. Penguatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan masyarakat, penyediaan layanan kesehatan yang memadai, pengamanan jalur transportasi, hingga penyaluran bantuan esensial bagi penduduk yang terkena dampak. Ia juga menyerukan agar seluruh kader PKS turut aktif membantu masyarakat terdampak, menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan semangat gotong royong dari semua elemen bangsa. "Dalam menghadapi bencana, kita harus saling menguatkan dan memastikan masyarakat yang terdampak tidak menghadapi musibah sendirian," pungkasnya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di beberapa wilayah. Erupsi menerus tersebut berlangsung selama 25 jam, dimulai dari Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB, sebelum akhirnya berakhir. Badan Geologi melalui akun Threads resminya (@badan.geologi) pada Senin (7/9) menginformasikan bahwa karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau telah berubah, dengan terjadinya tiga kali erupsi strombolian setelah episode erupsi menerus berakhir. Letusan strombolian sendiri dikenal sebagai jenis letusan gunung berapi yang relatif ringan namun dapat berlangsung sangat lama, memungkinkan sistem erupsi untuk berulang kali mengatur ulang dirinya.
