Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (7/9) sore. Internationalmedia.co.id – News melaporkan seorang pria tiba-tiba melompat ke jalur rel kereta api, memaksa masinis KRL melakukan pengereman darurat yang mendadak demi menghindari hal yang tidak diinginkan.
Rekaman video yang beredar luas menunjukkan momen menegangkan sekitar pukul 17.50 WIB, di mana pria tersebut nekat melompat ke rel jalur 2, tepat ketika KRL Commuter Line tujuan Manggarai hendak memasuki stasiun. Setelah aksi berbahaya itu, pria tersebut dengan cepat kembali naik ke peron dan sempat terlihat melakukan gerakan seperti bersujud, menambah kebingungan para saksi mata.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan insiden tersebut. Menurut Karina, masinis KRL dengan sigap mengambil tindakan pengereman darurat untuk mencegah pria itu tertabrak kereta. Berkat kesigapan masinis, pria tersebut berhasil menghindari bahaya dan segera melompat kembali ke atas peron setelah kereta berhenti mendadak.
Masinis lantas berkoordinasi dengan petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang. Pria tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Karina menegaskan, kejadian ini tidak sampai mengganggu operasional perjalanan Commuter Line. Layanan di peron 2 Stasiun Tanah Abang kembali normal tak lama setelah insiden. KAI Commuter kembali mengingatkan seluruh pengguna untuk selalu mematuhi aturan dan tidak melakukan tindakan yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.
Di sisi lain, Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengungkapkan hasil interogasi awal terhadap pria tersebut. Saat dimintai keterangan, pria itu cenderung bungkam dan menunjukkan indikasi adanya gangguan kesehatan mental.
Melihat kondisi mental yang tidak stabil, pihak kepolisian memutuskan untuk tidak melanjutkan interogasi. Sebagai gantinya, polisi berkoordinasi dengan keluarga pria tersebut dan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care, tempat di mana pria itu diketahui menjalani perawatan. Petugas dari Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care tiba di lokasi pada Senin malam sekitar pukul 19.53 WIB. Sekitar pukul 20.00 WIB, pria tersebut diserahterimakan dari petugas keamanan Stasiun Tanah Abang dan BKO Marinir kepada pihak rehabilitasi untuk penanganan lebih lanjut.
