Keceriaan anak-anak komunitas sepeda di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah menjadi kekecewaan setelah mereka menjadi korban penipuan dengan modus pembuatan konten iklan parfum di aplikasi TikTok. Dua unit telepon seluler (HP) milik mereka raib dibawa kabur pelaku. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan intensif dan memburu pelaku yang belum diketahui identitasnya.
Menurut keterangan yang dihimpun internationalmedia.co.id, pelaku yang merupakan orang tak dikenal mendekati sekelompok anak komunitas sepeda. Dengan dalih menawarkan kesempatan menjadi bintang iklan parfum, pelaku menjanjikan imbalan sebesar Rp 100 ribu untuk setiap anak yang bersedia berpartisipasi dalam pembuatan konten yang disebut akan tayang di TikTok.

Namun, di tengah proses pembuatan konten, pelaku diduga kuat membawa kabur dua unit HP milik anak-anak tersebut. Tak hanya itu, pelaku juga sempat membawa salah seorang anak dengan kendaraannya, sebelum akhirnya menurunkannya di kawasan Pasar Rumput, Manggarai, meninggalkan korban dalam kebingungan dan ketakutan.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, kepada internationalmedia.co.id menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait tindakan penipuan ini. "Terkait laporan masyarakat adanya tindakan penipuan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal kepada anak-anak komunitas sepeda," ujar AKBP Dhimas, Senin (7/9). Petugas dari Unit Opsnal Reskrim Polsek Metro Tanah Abang segera bergerak cepat melakukan pengecekan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sebuah restoran di Jalan Plaju Nomor 5, Kelurahan Kebon Melati, yang diduga menjadi lokasi kejadian.
Sayangnya, upaya ini menemui kendala. Berdasarkan pemeriksaan bersama karyawan bagian teknologi informasi (IT) restoran, rekaman CCTV belum dapat diakses karena mengalami gangguan sistem dan terkendala kode sandi. "Ternyata mengalami gangguan dengan kode password dan tidak bisa dibuka," terang Dhimas.
Meski demikian, penyelidikan terus berlanjut. Polisi telah menghubungi salah satu korban bernama Amar untuk segera membuat laporan polisi resmi guna menindaklanjuti dugaan penipuan ini. Selain itu, petugas juga berencana meminta keterangan dari korban lainnya, Kenzi, di kediamannya. Untuk melacak jejak pelaku, petugas juga akan mengambil rekaman CCTV dari kawasan MRT, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai perjalanan pelaku setelah meninggalkan lokasi kejadian. Polisi turut menyiapkan laporan polisi model A sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap dugaan tindak pidana tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, media sosial sempat diramaikan oleh video rombongan pesepeda di kawasan BNI City, Sudirman, Jakarta Pusat, yang juga diduga menjadi korban perampasan tiga telepon seluler dengan modus serupa. Dalam kejadian pada Minggu (6/9) pagi itu, para korban bahkan sempat diberi kartu ATM yang diduga palsu untuk mengambil uang, namun tidak berhasil.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mendalami identitas pelaku dan mengumpulkan kronologi lengkap kejadian untuk mengungkap tuntas kasus penipuan yang meresahkan komunitas pesepeda ini.
