Pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan seorang guru wanita asal Depok, Arifianti (41), yang jasadnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, kini memasuki babak baru. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan bahwa tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat telah diterjunkan untuk memperkuat upaya pencarian buronan tersebut.
Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Imawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku. Dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id pada Selasa lalu, Kompol Hillal menegaskan, "Kami sudah meminta perbantuan atau back up ke Polda Jabar dan Bareskrim Polri dalam rangka pencarian pelaku." Penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) juga telah dilakukan sebagai langkah resmi untuk melacak keberadaan buronan tersebut.

Kompol Hillal menambahkan bahwa identitas terduga pelaku telah diketahui secara pasti oleh pihak kepolisian. "Untuk identitas pelaku sudah kita ketahui. Dan kami juga sudah menerbitkan DPO. Saat ini kami masih melakukan upaya pencarian terkait keberadaan pelaku," ujarnya, menekankan keseriusan dalam penanganan kasus ini.
Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan detail penting terkait terduga pelaku. Menurutnya, sosok yang kini diburu itu adalah orang terakhir yang terlihat bersama korban sebelum Arifianti ditemukan tak bernyawa. Bahkan, terduga pelaku diduga sempat memboncengkan jasad korban menggunakan sepeda motor.
"Terduga pelaku itu kemungkinan terakhir ketemu sebelum ditemukan meninggal sama terduga pelaku ini," jelas AKBP Wikha.
Jasad Arifianti ditemukan secara tragis di pinggir jalan Desa Tlajungudik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12) lalu. Kondisi korban saat ditemukan cukup mengenaskan, dengan tangan terikat dan tubuh terbungkus jas hujan berwarna biru, mengindikasikan upaya untuk menyembunyikan identitas atau jejak kejahatan.
