Pencarian terhadap terduga pelaku pembunuhan Arifianti (41), seorang guru sekolah dasar yang jenazahnya ditemukan di Bogor, kini memasuki babak baru dengan keterlibatan unit kepolisian tingkat atas. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat telah dimintai bantuan untuk mempercepat penangkapan buronan tersebut.
Kompol Hillal Adi Imawan, Kapolsek Gunung Putri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta dukungan dari Polda Jabar dan Bareskrim Polri. "Kami sudah meminta perbantuan atau back up ke Polda Jabar dan Bareskrim Polri dalam rangka pencarian pelaku," ujar Kompol Hillal kepada wartawan pada Selasa (31/8/2026). Identitas pelaku, lanjutnya, sudah berhasil dikantongi. Proses penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO) juga telah dilakukan untuk melacak keberadaan buronan tersebut.

Dengan identitas yang sudah jelas dan DPO yang telah disebar, tim gabungan kini fokus pada upaya pencarian intensif untuk menemukan dan menangkap pelaku secepatnya.
Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto sempat menjelaskan bahwa terduga pelaku adalah individu terakhir yang terlihat bersama korban. "Terduga pelaku itu kemungkinan terakhir ketemu sebelum ditemukan meninggal sama terduga pelaku ini," terang AKBP Wikha. Diduga kuat, dialah yang memboncengkan korban yang sudah tidak bernyawa menggunakan sepeda motor.
Jenazah Arifianti ditemukan tergeletak di pinggir jalan Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (6/12). Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan dengan tangan terikat dan mengenakan jas hujan berwarna biru.
