Sebuah pemandangan mengharukan terukir di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8) saat upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI. Di antara barisan Paskibraka yang gagah, terselip kisah inspiratif Ismi Ulfaida, satu-satunya perwakilan dari Sekolah Rakyat yang berhasil menembus panggung nasional. Orang tuanya, Suburia dan Rahman, tak kuasa menahan air mata bangga menyaksikan putri mereka. Internationalmedia.co.id – News melaporkan.
Ismi Ulfaida, gadis asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bukan hanya berhasil menjadi bagian dari Paskibraka Nasional 2026, tetapi juga mengemban amanah sebagai cadangan baki. Ibundanya, Suburia, mengaku tak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Jakarta, apalagi menyaksikan langsung putrinya tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto. "Langsung terharu pak, menangis mendengar anak lolos," ungkap Suburia dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026), seperti dikutip internationalmedia.co.id.

Keluarga Ismi hidup sederhana. Sang ayah, Rahman, berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tak menentu. Namun, keterbatasan ekonomi tak sedikit pun meredupkan semangat Ismi. Suburia menggambarkan putrinya sebagai sosok yang penyabar, penurut, dan rajin membantu pekerjaan rumah tangga. "Selain Ismi-nya penyabar dan penurut, dia juga membantu saya di rumah menyelesaikan pekerjaan rumah," tuturnya.
Menariknya, Suburia juga melihat perubahan signifikan pada Ismi setelah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Putrinya menjadi lebih rajin beribadah. Perjalanan Ismi menuju Istana memang bukan tanpa perjuangan. Ia harus melalui serangkaian seleksi ketat, dimulai dari tingkat kabupaten, berlanjut ke provinsi, hingga akhirnya lolos di tingkat nasional. Sebuah proses panjang yang menuntut ketekunan luar biasa.
Dari 119.441 pendaftar se-Indonesia, Ismi berhasil menjadi salah satu dari 76 putra-putri terpilih yang mewakili 38 provinsi. "Tentunya juga butuh proses panjang mulai dari tingkat seleksi kabupaten, provinsi dan akhirnya sampai tingkat pusat," jelas Ismi. Ia mengakui sempat merasa grogi saat harus tampil di hadapan Presiden, namun kini perasaan lega dan bangga menyelimuti dirinya setelah sukses menunaikan tugas negara. "Tentunya terharu karena sudah selesai menuntaskan tugas negara," imbuhnya.
Kisah Ismi Ulfaida adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit. Pencapaiannya menjadi lentera motivasi bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat di pelosok negeri, menunjukkan bahwa mereka pun mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. "Tentunya teman-teman Sekolah Rakyat jangan pernah putus asa, jangan mudah menyerah, karena semua pasti ada jalannya," pungkas Ismi, menyebarkan semangat pantang menyerah.
