Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyerukan langkah proaktif dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Menurut Internationalmedia.co.id – News, HNW menegaskan bahwa dimulainya persiapan lebih awal adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengingat tahun 2027 akan menjadi periode kedua bagi Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) dalam mengelola ibadah suci ini.
HNW menekankan bahwa berbagai evaluasi, masukan, serta penyempurnaan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun masyarakat luas, yang diperoleh dari pelaksanaan sebelumnya, harus segera diimplementasikan. Tujuannya jelas: memastikan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan bagi calon jemaah semakin optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan HNW dalam sebuah kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang berlangsung di Jakarta Selatan. Acara penting ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti, serta Plt. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Agus Husein.
Dukungan konkret terhadap persiapan haji 2027 telah ditunjukkan oleh Komisi VIII DPR RI. HNW mengungkapkan bahwa Komisi VIII telah menyetujui hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026 dan menyepakati kebutuhan uang muka Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sekitar Rp4 triliun. Dana ini, jelas HNW, akan digunakan untuk pembayaran awal layanan jemaah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), sesuai ketentuan dari pihak Arab Saudi.
HNW menambahkan, kebijakan di Arab Saudi yang kini langsung membuka persiapan haji berikutnya segera setelah musim haji tahun berjalan berakhir, menjadi landasan kuat untuk memulai persiapan lebih awal. "Persiapan haji 2027 harusnya juga dimulai lebih awal agar setiap persoalan dapat diantisipasi sejak dini dan pelayanan kepada jamaah semakin baik," tegas HNW dalam keterangannya, Senin (3/8/2026). Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat luas, tidak hanya untuk pemahaman, tetapi juga untuk "meaningful participation" atau partisipasi bermakna dalam memberikan masukan.
Lebih jauh, HNW menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi semacam ini melampaui penyampaian informasi mengenai aturan dan praktik penyelenggaraan haji. "Ini juga dalam rangka menghadirkan partisipasi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran sebagai bahan penyempurnaan kebijakan dan praktik penyelenggaraan haji di tahun yang akan datang," ujarnya. Selain itu, sosialisasi diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membantu jemaah haji menjaga kemabruran haji mereka setelah kembali ke tanah air.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini turut mengingatkan bahwa pembentukan Kementerian Haji merupakan ikhtiar besar untuk menghadirkan tata kelola haji yang lebih baik dan profesional. HNW mengungkapkan bahwa PKS, sejak Pilpres 2014 bersama calon Presiden Prabowo Subianto, telah mengusulkan pemisahan penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama dengan membentuk Kementerian Haji dan Umroh, sebagai bagian dari komitmen untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji.
Ia bersyukur kini telah terbentuk lembaga setingkat kementerian, bukan hanya ‘Badan’ seperti ketentuan Perpres 154/2024, melainkan Kementerian Penyelenggaraan Haji dan Umroh sesuai UU 14/2025, yang kemudian diperkuat dengan Perpres 92/2025 dari Presiden Prabowo. "Alhamdulillah, terbukti penyelenggaraan haji pertama oleh Kementerian Haji dan Umroh di tahun 2026 telah berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya dengan berbagai peningkatan layanan dan perbaikan, tanpa terulangnya kasus-kasus penyelenggaraan haji tahun 2025 seperti soal syarikah, kartu nusuk, dan lain-lain," sambung HNW dengan nada optimis.
Oleh karena itu, HNW menekankan bahwa tahun kedua penyelenggaraan haji oleh Kementerian Haji dan Umroh harus mampu mencapai standar yang lebih tinggi lagi. Dengan pengalaman positif di tahun 2026 dan ikhtiar persiapan yang dimulai sejak awal, ia meyakini penyelenggaraan haji 2027 akan jauh lebih baik. "Agar jemaah haji 2027 nanti bisa lebih tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah haji, sehingga memperoleh haji yang mabrur dan doanya maqbul, termasuk doa untuk negerinya Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafuur," pungkas HNW, menutup pernyataannya dengan harapan.
