Proses seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) untuk Tahun Anggaran 2026 membawa angin segar dengan sejumlah inovasi penting. Dua perubahan mencolok yang kini diterapkan adalah tes berbasis komputer dan penggunaan soal-soal ujian berstandar olimpiade. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, hal ini diungkapkan oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Anwar, di Gedung Serba Guna Akpol, Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Irjen Anwar, kemampuan komputerisasi dasar kini menjadi syarat mutlak bagi calon anggota Polri di semua tingkatan, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira. "Mereka semua gen-Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya," jelas Irjen Anwar. Ia menegaskan, tanpa penguasaan teknologi dasar, calon anggota akan tertinggal dalam menghadapi tantangan zaman.

Selain tes komputer, standar soal akademik juga mengalami peningkatan signifikan. Irjen Anwar menyebut, soal-soal ujian kini telah disesuaikan dengan standar olimpiade, menuntut calon taruna untuk berpikir lebih analitis dan mampu memecahkan masalah. "Sudah bukan zamannya soal hafalan lagi, atau text book. Kualitas mereka saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan," tegasnya, menekankan pentingnya kemampuan intelektual yang adaptif.
Hingga tahap akhir seleksi panitia pusat Akpol, tercatat sebanyak 404 calon taruna dan taruni yang masih bertahan. Rinciannya adalah 365 calon taruna pria dan 35 calon taruni wanita. Para peserta ini telah melalui serangkaian tes ketat, dimulai dari tingkat panitia daerah (Polda) yang meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, dan kesamaptaan.
Di tingkat pusat, serangkaian tes serupa kembali dijalani, namun dengan tambahan tahapan pemeriksaan penampilan (rikpil) yang dilakukan secara tatap muka oleh enam pejabat utama Polri. Para penilai rikpil tahun ini adalah Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra, Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.
