Sebuah insiden bentrokan antarwarga yang mengguncang Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini telah menyisakan duka mendalam dengan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan parah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, peristiwa tragis ini sontak menarik perhatian serius dari kalangan legislatif, di mana anggota Komisi III DPR RI menyerukan agar kasus ini diusut tuntas.
Endang Agustina, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tragedi yang terjadi. "Saya sangat prihatin dan sedih dengan peristiwa di Adonara ini. Kita menyayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi, apalagi sampai menelan beberapa nyawa, melukai belasan orang, dan bahkan menghanguskan banyak rumah," ujar Endang kepada awak media pada Selasa.

Lebih lanjut, Endang mendesak aparat pemerintah, penegak hukum, serta TNI untuk bersinergi dalam upaya mitigasi guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN Komisi III DPR RI ini juga berharap agar masyarakat yang bertikai dapat segera didamaikan. Ia secara spesifik meminta kepolisian untuk bertindak cepat. "Kami berharap rekan-rekan Polri di NTT dapat bekerja secara sigap untuk menuntaskan kasus ini, serta mengungkap motif di balik peristiwa tragis ini sejelas-jelasnya, mengingat banyaknya korban dan keprihatinan yang mendalam dari seluruh anak bangsa," tegasnya.
Insiden bentrokan maut tersebut diketahui melibatkan warga dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Menurut keterangan resmi dari kepolisian, tragedi yang pecah pada Sabtu pagi (18/7) ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, sekitar 20 unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Informasi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado, seperti dilansir Internationalmedia.co.id pada Minggu (19/7).
AKP Eliezer A. Kalelado menambahkan bahwa pendataan mengenai jumlah pasti korban maupun kerugian material akibat kerusakan rumah masih terus dilakukan pascabentrokan. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, personel gabungan TNI-Polri masih disiagakan secara intensif di wilayah Adonara Timur. "Kami memastikan bahwa personel gabungan TNI-Polri akan terus melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat hingga situasi benar-benar kondusif dan terkendali," pungkasnya.
