Seorang pengusaha asal Jakarta berinisial HSH (49), yang menjadi dalang penembakan brutal di sebuah bar kawasan wisata Canggu, Bali, akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian. Dalam pengakuannya, HSH menyebut tindakannya dipicu oleh emosi yang memuncak akibat pengaruh minuman beralkohol. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang melukai seorang sekuriti dan warga negara asing (WNA) ini terjadi pada Jumat (17/7) lalu.
HSH, yang dikenal sebagai pengusaha berambut tipis dari ibu kota, terlihat menunduk lesu saat digiring petugas menuju ruang penyidikan Satreskrim Polres Badung. Mengenakan baju tahanan berwarna oranye, ia diperlihatkan kepada publik sebelum rilis resmi kasusnya pada Senin (20/7) sore. Momen tersebut menandai titik terang penyelidikan atas peristiwa yang sempat menggemparkan kawasan pariwisata tersebut.

Di hadapan penyidik, HSH membeberkan alasan di balik keputusannya melepaskan tembakan. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, dalam konferensi pers di Mapolres Badung, menegaskan bahwa motif tersangka adalah emosi yang tak terkontrol di bawah pengaruh alkohol. "Terhadap tersangka juga sudah kita lakukan tes urine dengan hasil positif THC, MDMA, dan amfetamin," ungkap AKBP Joseph Edward Purba, sebagaimana dikutip internationalmedia.co.idBali, mengindikasikan penggunaan zat terlarang oleh pelaku.
Insiden bermula ketika HSH terlibat perselisihan sengit dengan seorang pengunjung lain di area sofa, tempat pertunjukan musik berlangsung di bar kawasan Jalan Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung. Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Azarul Ahmad, menjelaskan bahwa cekcok verbal yang terjadi dalam kondisi pelaku mabuk berat itu dengan cepat memanas, memicu perkelahian fisik. "Pada saat di TKP, tersangka ini terlibat cekcok dengan satu orang pengunjung. Kemudian saat cekcok, tersangka ini terpancing emosinya, tersulut, sehingga yang bersangkutan ini mengeluarkan senjata," terang AKP Azarul Ahmad, menggambarkan detik-detik sebelum penembakan terjadi.
Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mendalami semua aspek kejadian dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
