Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dilanda kemacetan parah pada Senin pagi (20/7/2026). Arus lalu lintas nyaris lumpuh, membuat pengendara terjebak dalam antrean panjang yang tak bergerak sejak dini hari.
Dua faktor utama diyakini menjadi pemicu utamanya: peningkatan signifikan volume kendaraan di jam sibuk keberangkatan kerja, serta bubaran keramaian dari acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang baru usai. Kombinasi kedua kondisi ini menciptakan penumpukan kendaraan yang luar biasa.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi jalanan di Kemang yang benar-benar padat merayap, bahkan cenderung stagnan. Kendaraan roda empat dan roda dua tampak berjejer tanpa bisa bergerak maju, menciptakan pemandangan yang frustrasi bagi para komuter.
Salah satu saksi mata, Giovani, menceritakan pengalamannya kepada internationalmedia.co.id. Ia baru saja keluar dari area parkir Kemang Village sekitar pukul 05.22 WIB setelah menyelesaikan pekerjaannya sekaligus menyaksikan final piala dunia. Giovani, yang hendak pulang menuju Cakung, Jakarta Timur, mengaku terkejut mendapati jalanan sudah macet total saat ia keluar.
"Dari parkiran mobil jam 05.22 WIB, jam 06.05 WIB masih stuck," ujarnya saat dihubungi internationalmedia.co.id pada Senin (20/7/2026). Menurut Giovani, antrean kendaraan mengular sangat panjang, bahkan mencapai kawasan Tendean. Beruntungnya, ia kini sudah berhasil keluar dari kepungan kemacetan tersebut. Situasi ini menjadi pengingat akan tantangan mobilitas di ibu kota, terutama saat terjadi peristiwa besar yang menarik keramaian.
