Setelah perjuangan panjang selama sepuluh hari, api yang melalap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kendala utama pemadaman terletak pada kedalaman api yang sulit dijangkau.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan kepada awak media bahwa api bersarang di kedalaman tumpukan sampah hingga beberapa meter. "Pemadaman tidak hanya dilakukan dari atas, tetapi juga harus diguyur dari darat atau menggunakan pompa air yang dimasukkan langsung ke kedalaman tersebut," ujarnya, Jumat (10/7). Peristiwa kebakaran ini sendiri pertama kali dilaporkan pada Selasa, 30 Juni, pukul 11.00 WIB.

Suharyanto juga menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) tidak dapat dilaksanakan karena kondisi langit yang tidak mendukung, yakni ketiadaan awan hujan. Namun, ia memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi pantauan titik panas di lokasi TPA Jatiwaringin.
Dikutip dari kantor berita Antara pada Jumat (10/7), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi tim gabungan penanganan darurat. Berkat upaya tak kenal lelah sejak 30 Juni hingga Kamis malam (9/7), api berhasil dipadamkan. "Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," terang Abdul.
Meskipun area inti TPA sudah terkendali, Abdul menjelaskan bahwa tim gabungan di lapangan tetap bersiaga penuh. Mereka terus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik panas serta kepulan asap tipis yang masih terdeteksi di area pembuangan sampah di luar kawasan TPA, dekat situ atau danau. Terkait kondisi sosial, BNPB memastikan bahwa masyarakat sekitar TPA sudah kembali kondusif, dengan jumlah pengungsi nihil karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.
Sebelumnya, BNPB telah mengerahkan armada udara berupa empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik-titik api. Tiga unit helikopter, yaitu jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L, dilaporkan beroperasi optimal secara bergantian di langit Tangerang. Sementara itu, satu unit helikopter tipe Mi-8 MSBT sempat menjalani perbaikan teknis.
Selain operasi udara, bantuan logistik darat darurat juga disalurkan BNPB. Bantuan tersebut meliputi 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie). Abdul Muhari kembali menegaskan, "Penanganan darurat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai 100 persen dan kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing."
