Yogyakarta menjadi saksi pertemuan istimewa antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di kompleks Candi Prambanan. Suasana akrab dan penuh kehangatan menyelimuti kunjungan ini, menandai babak baru kerja sama bilateral kedua negara. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, keindahan situs warisan dunia tersebut menjadi latar belakang perbincangan mendalam antara kedua pemimpin.
Pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 11.45 WIB, rombongan Presiden Prabowo dan PM Modi tiba di Prambanan. Kedatangan mereka disambut meriah dengan pertunjukan tari tradisional Rama Sinta yang anggun, diiringi alunan gamelan yang khas, menambah nuansa sakral kunjungan ke salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia ini.

Kunjungan ini menjadi yang perdana bagi PM Modi ke Candi Prambanan, sekaligus mengawali inisiatif kerja sama revitalisasi situs bersejarah tersebut. Dengan menaiki boogy car, Prabowo dan Modi menyusuri setiap sudut kompleks, termasuk Candi Nandi dan Candi Siswa, sembari menyimak penjelasan detail mengenai sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Modi Merasa Terhormat dan Sakral
PM Modi mengungkapkan rasa hormat dan kebahagiaannya bisa berkunjung ke Candi Prambanan, yang ia sebut sebagai kompleks kuil Hindu terbesar kedua di Asia Tenggara. "Saya merasa terhormat dapat memanjatkan doa di sini, di kuil yang menaungi arca suci Dewa Siwa, Dewi Durga, dan Dewa Ganesha, tempat umat beribadah selama berabad-abad," ujar Modi di Pelataran Candi Prambanan. Ia menambahkan bahwa momen berdoa secara tradisional di situs suci ini terasa sangat sakral dan menjadi salah satu pengalaman paling luar biasa dalam hidupnya.
Modi juga menyoroti keistimewaan kunjungannya karena didampingi langsung oleh Presiden Prabowo, yang ia sebut sebagai sahabat. "Kehadiran sahabat saya, Presiden Prabowo, menjadikan momen ini jauh lebih spesial," katanya. Dari Prambanan, Modi memanjatkan doa untuk penguatan hubungan India dan Indonesia, persahabatan antar masyarakat, kesejahteraan, serta kemajuan kedua negara.
Selama tiga hari di Indonesia, PM Modi mengaku sangat terkesan dengan kedamaian dan dinamisme masyarakatnya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia yang telah menjaga warisan budaya Hindu berusia ribuan tahun ini. "Mendengar mantra suci Mrityunjaya, ‘Om Namah Shivaya’, bergema di sini menegaskan warisan budaya kita bersama," imbuhnya.
Komitmen Kerja Sama Restorasi Candi Prambanan
Komitmen kuat juga disampaikan PM Modi terkait percepatan kerja sama konservasi dan restorasi Candi Prambanan. Ia meyakini, upaya bersama dalam renovasi situs Warisan Dunia UNESCO ini akan secara eksponensial meningkatkan jumlah wisatawan dan umat dari India di masa depan. "Di mana pun kita bepergian ke seluruh dunia, kita dapat melihat sekilas budaya dan warisan India, dan ini harus terus kita jaga," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, kedua negara sepakat merealisasikan program "Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation". Proyek restorasi ambisius ini akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2036, dengan fokus utama pada pemugaran lebih dari 200 candi perwara (candi pengiring) di halaman kedua yang kini banyak berupa reruntuhan. Pendekatan teknologi modern akan diterapkan, meliputi survei LiDAR, rekonstruksi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), dokumentasi digital, dan metode anastilosis. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan konservasi fisik dan dokumentasi ilmiah, tetapi juga meningkatkan pengelolaan situs, memperkuat kerja sama budaya, dan memfasilitasi transfer keahlian antar-arkeolog kedua bangsa.
Apresiasi dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan PM Modi ke Candi Prambanan. "Momen ini sangat istimewa, mendampingi Yang Mulia PM India di salah satu mahakarya peradaban dunia dan kebanggaan kita," kata Prabowo. Ia menegaskan, Prambanan bukan sekadar simbol kejayaan budaya, melainkan juga bukti nyata ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun, berakar kuat pada nilai budaya dan ilmu pengetahuan, bukan hanya politik, ekonomi, atau pertahanan.
Prabowo juga mengucapkan terima kasih atas inisiasi kerja sama konservasi dan restorasi candi. "Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, erat, dan terus menghasilkan kerja sama yang nyata serta saling menguntungkan," tutup Prabowo, mengakhiri kunjungan kenegaraan PM Modi yang produktif.
Sebagai informasi, Candi Prambanan, yang dibangun pada tahun 856 Masehi oleh Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi, telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991. Kompleks megah ini terdiri dari 240 bangunan candi, dengan tiga candi utama yang melambangkan Trimurti (Siwa, Wisnu, Brahma) dan dibangun dengan arsitektur berbasis Vastu Shastra.
