Internationalmedia.co.id – News – Sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, menjadi pusat perhatian setelah digerebek tim kepolisian dari Polri. Penggeledahan yang berlangsung pada Rabu (8/7) malam itu diduga kuat terkait dengan tiga kasus korupsi besar yang tengah diusut, yakni dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Operasi senyap ini berhasil mengungkap temuan yang mengejutkan di balik dinding.
Pantauan di lokasi oleh internationalmedia.co.id menunjukkan proses penggeledahan masih berlangsung hingga larut malam. Sejumlah personel dengan rompi bertuliskan Kortas Tipikor terlihat hilir mudik memasuki dan keluar dari rumah. Di luar, penjagaan ketat oleh petugas kepolisian bersenjata lengkap diberlakukan, membatasi akses siapa pun yang tidak berkepentingan. Bahkan, gerbang masuk perumahan dijaga ketat, dengan setiap tamu yang datang harus menjelaskan keperluannya.

Yang paling mencengangkan adalah penemuan brankas rahasia yang tersembunyi di balik dinding bermotif kayu berwarna cokelat. Dinding yang awalnya tampak padat itu ternyata menyembunyikan sebuah pintu brankas berukuran besar. Dari dalam brankas tersebut, penyidik menyita ratusan kilogram emas batangan dan tumpukan uang mata asing yang memenuhi lima buah koper. Penyidik terlihat sedang menghitung total temuan fantastis ini.
Selain di Sentul, operasi serentak juga dilakukan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tepatnya di de’Clan Signature. Di lokasi ini, polisi berhasil menyita sejumlah dokumen penting, perangkat elektronik seperti telepon genggam, serta uang tunai dalam jumlah yang tidak kalah besar. Total uang yang ditemukan di Cipete mencapai sekitar Rp 60 miliar, terdiri dari pecahan mata uang asing seperti Dolar Singapura (SGD 3.130.000) dan Dolar Amerika Serikat (USD 889.965), serta Rupiah (Rp 259.159.000).
Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa penyelidikan ini merupakan hasil kerja sama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. "Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang," ujarnya. Kasus-kasus yang diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang memicu pemadaman listrik, kasus ASABRI untuk periode 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan BUMN Krakatau Steel, juga untuk periode 2020-2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengusutan kasus-kasus korupsi ini mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan," kata Budi Hermanto. Ia menambahkan bahwa rangkaian penggeledahan ini adalah bagian integral dari proses penyidikan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang kuat. Kasus korupsi yang diusut mencakup suap, gratifikasi, dan pencucian uang, menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas kejahatan ekonomi yang merugikan negara.
