Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berhasil mengungkap praktik eksploitasi seksual dan ekonomi di kawasan Lokasari, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, seorang muncikari berinisial RS (40) telah diamankan, dan yang memprihatinkan, seorang anak di bawah umur turut menjadi korban. Internationalmedia.co.id – News melaporkan.
Kombes Rita Wulandari Wibowo, Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers baru-baru ini, menjelaskan bahwa modus operandi kasus ini adalah eksploitasi seksual dan ekonomi. Ia merinci, total ada lima korban yang berhasil diselamatkan, terdiri dari empat orang dewasa dan satu anak di bawah umur.

Kondisi kesehatan kelima korban juga menjadi perhatian serius, di mana mereka dilaporkan mengalami gangguan medis yang memerlukan penanganan lebih intensif. Untuk memastikan pemulihan korban, Polda Metro Jaya menggandeng Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) DKI Jakarta. UPT PPA bertugas melakukan asesmen, pendampingan, serta pemeriksaan psikis secara komprehensif.
Tersangka RS (40), yang oleh para korban disebut sebagai ‘koordinator’ atau ‘mami’, diduga kuat menjadi dalang di balik praktik keji ini. Berdasarkan keterangan para korban, mereka semua direkrut oleh RS dan telah dieksploitasi secara seksual.
Kasus ini sendiri mulai mencuat ke permukaan setelah informasi mengenai praktik serupa viral di berbagai platform media sosial. internationalmedia.co.id, pada Senin (25/5), sempat menyoroti sebuah postingan video yang diduga direkam oleh seorang warga negara Jepang. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa individu mendekati perekam, diduga kuat menawarkan jasa prostitusi, dengan lantang meneriakkan kata ‘seventeen’ dan ‘perawan’.
