Empat unit rumah warga di Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang beberapa hari lalu. Internationalmedia.co.id – News mengabarkan, insiden ini menyebabkan belasan jiwa terdampak, memicu kekhawatiran akan kondisi tempat tinggal mereka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, pada Selasa (7/7/2026), menjelaskan bahwa kerusakan tersebut merupakan kombinasi dari intensitas hujan dan angin kencang, diperparah dengan kondisi beberapa rumah yang sudah lapuk. "Disebabkan hujan disertai angin kencang serta kondisi rumah yang sudah lapuk, sehingga mengakibatkan empat unit rumah terdampak kerusakan," terang Adam, seperti dikutip oleh internationalmedia.co.id. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Total 17 jiwa dari empat kepala keluarga (KK) menjadi korban langsung dari musibah ini. Rinciannya, dua unit rumah mengalami kerusakan ringan, dihuni oleh dua KK dengan total sepuluh jiwa. Satu rumah lainnya dikategorikan rusak sedang, dihuni oleh dua jiwa. Sementara itu, satu unit rumah mengalami kerusakan paling parah atau rusak berat, yang menjadi tempat tinggal bagi lima jiwa.
Beruntungnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kondisi memprihatinkan dialami para korban terdampak, di mana mereka masih harus bertahan di dalam rumah yang mengalami kerusakan. "Kerusakan belum diperbaiki dan rumah masih dihuni oleh pemiliknya, dan untuk puing-puing sudah dibersihkan oleh pemilik rumah," ujar Adam, menegaskan urgensi penanganan lebih lanjut.
Petugas kebencanaan dari BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan asesmen awal dan penanganan di lokasi kejadian. Namun, Adam menekankan bahwa penanganan lebih lanjut dari dinas terkait sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan meluas dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para warga terdampak. "Perlu penanganan lebih lanjut dari dinas terkait," pungkasnya, berharap ada respons cepat dari pemerintah daerah.
