Sebuah kisah pilu mengguncang Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Seorang kakek tega melakukan kekerasan fisik berulang kali terhadap cucunya yang baru berusia empat tahun. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden tragis ini terungkap setelah serangkaian penganiayaan yang diduga dipicu oleh hal sepele: kebiasaan korban buang air sembarangan.
Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Danny Arrizal Saputra, korban telah dititipkan oleh ibu kandungnya kepada sang kakek sejak Januari 2026. Rencana awal hanya dua bulan, namun hingga Juni, anak tersebut belum juga dijemput. Ironisnya, selama periode tersebut, kebutuhan hidup balita malang itu disebut tidak pernah mendapat kiriman biaya dari orang tuanya. "Saat ini pelaku sudah kita tahan. Korban mulai tinggal bersama terlapor sejak Januari 2026. Rencananya hanya dua bulan, tetapi hingga Juni belum dijemput kembali. Selama itu pula biaya kebutuhan hidup korban disebut tidak pernah dikirimkan," kata Danny, Sabtu (4/7).

Penyelidikan polisi mengindikasikan adanya dugaan kuat bahwa tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor pemicu emosi sang kakek. Diketahui, pelaku bekerja sebagai buruh panen dan harus menanggung kebutuhan istri serta dua anaknya yang lain. Beban hidup ini diperparah dengan perilaku korban yang kerap buang air kecil maupun besar di sembarang tempat, yang disebut-sebut sering memancing kemarahan pelaku.
Akibatnya, setiap kali korban dianggap melakukan kesalahan, sang kakek diduga melampiaskan amarahnya dengan serangkaian kekerasan fisik yang mengerikan. Bentuk-bentuk penganiayaan yang terungkap meliputi cubitan, pukulan menggunakan selang air dan sapu bergagang besi, tindakan menarik alat kelamin korban, hingga menyundut tubuh balita itu dengan rokok.
Saat ini, pelaku telah diamankan dan ditahan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap seluruh fakta dan memastikan keadilan bagi korban.
