Internationalmedia.co.id – News – Kabar duka menyelimuti institusi Polri setelah Bripda Nopandri, anggota yang sebelumnya hilang dalam operasi pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi gugur. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang telah berlangsung sejak insiden berdarah tersebut di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Bripda Nopandri. "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan resminya, Sabtu kemarin.

Brigjen Eko menegaskan bahwa insiden tragis yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih terus bekerja keras untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut dan memburu para pelaku. "Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Bareskrim Polri telah berkoordinasi erat dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya. "Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," tambahnya.
Insiden berdarah ini bermula dari penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7) dini hari. Operasi tersebut mendapatkan perlawanan sengit dari para pelaku dan massa. Dalam operasi awal, Aipda Yudhie telah ditemukan meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan hilang.
Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di lokasi tersebut. Penyelidikan mengarah pada target operasi berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi menjadi dua tim. Meskipun target berhasil diamankan, situasi berubah drastis ketika sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam, bahkan kemudian bertambah dengan serangan menggunakan senjata api rakitan.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel terpaksa berupaya menyelamatkan diri, beberapa di antaranya harus berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa. Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan gugur dengan luka akibat senjata tajam, dan kini Bripda Nopandri menyusul, menambah daftar korban jiwa dalam perjuangan melawan peredaran narkoba. Bareskrim Polri berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi para pahlawan yang gugur saat menjalankan tugas negara.
