Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya meluncurkan program Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Internationalmedia.co.id – News mencatat, inisiatif ini secara khusus mengajak seluruh elemen warga untuk berperan aktif dalam mencegah potensi tawuran yang kerap meresahkan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026, ini dipimpin oleh Kabagbinopsnal bersama para Kanit Subdit Waster Ditpamobvit Polda Metro Jaya, mewakili Dirpamobvit Kombes Joko Sulistio. Petugas kepolisian tidak hanya sekadar hadir, melainkan langsung menyambangi warga dari pintu ke pintu, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara personal dan persuasif.

Menurut Kombes Joko Sulistio, inisiatif JJOTS merupakan bagian integral dari strategi Polda Metro Jaya untuk memastikan situasi kamtibmas di ibu kota tetap aman dan kondusif. "Melalui Jaga Jakarta On The Spot, kami mengundang masyarakat untuk bahu-membahu menjaga lingkungan, mencegah tawuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dan remaja di sekitar mereka," jelas Kombes Joko dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6/2026), seperti dikutip internationalmedia.co.id.
Selain itu, edukasi juga difokuskan pada pengawasan penggunaan media sosial oleh generasi muda. Masyarakat didorong untuk lebih proaktif memantau aktivitas daring anak-anak dan remaja guna mencegah penyebaran ajakan tawuran atau konten provokatif yang berpotensi memicu gangguan keamanan. Isu peredaran obat-obatan terlarang dan narkoba juga menjadi perhatian utama, dengan imbauan tegas agar warga segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Kombes Joko menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan Jakarta bukanlah tanggung jawab kepolisian semata, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. "Kami sangat berharap warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini," pungkasnya.
Kegiatan JJOTS ini sendiri melibatkan partisipasi aktif dari unsur warga, Ketua RT, LMK RW 01, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kehadiran ‘tiga pilar’ (pemerintah daerah, TNI, Polri) bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai krusial untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas remaja dan dinamika sosial di lingkungan.
Melalui program Jaga Jakarta yang lebih luas, Polda Metro Jaya terus menggaungkan semangat kepada masyarakat untuk "menjaga warga, menjaga lingkungan, menjaga aturan, dan menjaga amanah" demi terwujudnya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh penjuru ibu kota.
