Internationalmedia.co.id – News – Skandal dugaan penipuan perjalanan ibadah umrah dan haji yang melibatkan Hanania Travel semakin memanas. Sebanyak 1.286 calon jemaah dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian fantastis mencapai Rp 35,34 miliar. Menanggapi kasus yang merugikan banyak pihak ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak agar bos Hanania Travel, Ahmad Shah Farhan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dihukum seberat-beratnya.
Sahroni, dalam keterangannya kepada internationalmedia.co.id pada Rabu (17/6), menyatakan kekecewaannya yang mendalam. "Tersangka ini wajib dihukum berat, masak agama dijadikan alat untuk melegalkan penipuan, ini sangat memalukan," tegasnya. Ia menekankan bahwa kasus semacam ini tidak hanya merugikan korban secara materiil, tetapi juga mencoreng citra perusahaan travel lainnya yang beroperasi secara jujur.

Anggota dewan itu juga mengingatkan penegak hukum untuk serius mengusut tuntas perkara ini. "Jangan sampai polisi ‘masuk angin’ mengurus kasus besar ini. Kasihan masyarakat yang sudah menabung dan berharap bisa beribadah ke Tanah Suci malah ditipu," imbuhnya. Lebih lanjut, Sahroni mendesak agar seluruh aset milik tersangka segera disegel. "Saya minta semua aset disegel untuk memastikan penggantian uang nasabah yang tertipu dapat direalisasikan," ujarnya, berharap uang jemaah bisa kembali.
Data yang dihimpun oleh kuasa hukum korban, Joddy Mulyasetya Putra, menunjukkan bahwa total kerugian mencapai Rp 35.342.293.500 dari 1.286 calon jemaah. Joddy menjelaskan kepada internationalmedia.co.id bahwa para korban tidak hanya dijanjikan perjalanan umrah, tetapi juga ibadah haji. "Mereka sudah menyerahkan uang kepada pihak Hanania, namun uang tersebut belum diserahkan ke BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) sebagaimana mestinya," terang Joddy di Polda Metro Jaya, Rabu (17/6).
Modus operandi yang digunakan Hanania Travel cukup licik. Para korban diiming-imingi paket "Haji Plus free umrah bulan Syawal". Namun, setelah menyetorkan uang muka untuk haji, mereka tidak kunjung mendapatkan nomor porsi haji. Bahkan, janji keberangkatan umrah gratis pun tak pernah terwujud. "Orang yang mendaftarkan haji sudah DP, kalimatnya adalah ‘Daftar Haji Plus free umrah bulan Syawal’, tapi kemudian tidak dapat nomor porsinya, nomor porsi hajinya belum dapat. Tetapi dia juga akan diberangkatkan untuk umrah juga, seperti itu," jelas Joddy, menggambarkan kekecewaan para jemaah yang kini hanya bisa menelan pil pahit.
